an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Menyama Braya

​Rahayu…

Kami di Bali, meski dengan segala gempuran pengaruh perubahan dunia, berada dalam dinamika masyarakat yang begitu mudah berubah, cepat terpengaruh, dan segala sesuatu begitu mudah memprovokasi, adalah masyarakat yang jati dirinya tetap memegang teguh nilai para leluhur kami.

Leluhur…luhur…sudah dipastikan demikian adanya. Kami keturunan-keturunan leluhur yang diuji dalam beragam dinamika. Salah satunya kali ini ketika Giri Tohlangkir, Gunung Agung, begitu kami mengenalnya akan manjalankan tugasnya.

Iya, bagi kami meyakini ini adalah siklus alam. Semesta pun memiliki jiwa, tugas dan kewajiban yang harus dituntaskannya. Kami masyarakat Bali akan selalu percaya dan meyakini setiap kejadian adalah buah dari perbuatan terdahulu, runutan waktu, Karma…

Jadi, di tengah suasana siaga bencana seperti saat ini, kami tak perlu riuh. Menyama-Braya masih kental dalam darah kami. Tat Twam Asi tak pernah pudar dari jiwa kami. Masyarakat Bali adalah masyarakat yang mandiri, berpikir panjang sebelum bertindak, berbicara, namun tidak dalam hal menolong sesama, welas asih. Kami akan mengulurkan tangan tanpa perlu aba-aba, tanpa berhitung.

Segelintir pemberitaan kadang membuat sedih, seakan kami tak mampu mengurus diri sendiri dan menjadi “lemah”, berteriak meminta bantuan, menyalahkan situasi dan membandingkan diri dengan hal-hal lain seakan ada pilih kasih pada keadaan.

Tidak!

Masyarakat Bali adalah masyarakat yang tegar. Bolehlah situasi kami dalam kecemasan, itu wajar. Sayang situasi kadang termanfaatkan oleh hal yang tak perlu. Segelintir yang menampakkan kami lemah, impulsif, menuntut, dan berharap dikasihani. Miris…kami tidak demikian!

Semeton sami, dumogi rahayu sareng sami…tetaplah teguh dalam Menyama-Braya, menjalankan Tat Twam Asi tanpa pamrih…teguh meyakini setiap kejadian adalah untuk mengingatkan dan mendekatkan kita pada kesejatian-Nya, berserah pada Atman Brahman kita adalah Ia…

Bersiaplah dengan sewajarnya, saling melindungi satu sama lain, tenangkan hatimu, dan berserahlah jiwa kepada Hyang Maha Oke…Ia ada bersama kita dalam wujud mereka-mereka yang berdedikasi tanpa pamrih…Ibu Semesta sedang menunjukkan kita pelajaran yang berharga…semakin bersatulah kita…

Advertisements

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 24, 2017 by in Agung and tagged .

Navigation

Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

September 2017
M T W T F S S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Analogi Kliks

  • 39,011 Analogiers
%d bloggers like this: