an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Semalam Bersama Mbak Nana – #DutaBacaIndonesia

Ben Franklin berkata , “If a man empties his purse into his head, no one can take it from him. An investment in knowledge always pays the highest return.”

Mbak Nana hadir di Kupang tadi malam dalam tajuk acara talk show “Literasi Untuk Kebhinekaan”. Antusiasme terutamanya GenY dan the Millenials nampak mendominasi. Maklum, siapa diantara mereka ini yang tak kenal Mbak Nana, apalagi kalau mereka gemar berkomunitas, suka baca buku, aktif di medsos dan nontonnya Mata Najwa.

Acara yang menghadirkan Najwa Shihab selaku Duta Baca Indonesia, bagi saya pribadi menjadi pemberi penyegaran dan menggugah kembali aktivitas literasi. Mendengar langsung sudut pandang seorang Najwa Shihab tentang kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana menularkan budaya literasi pada semua kalangan masyarakat kita dan menjadikan literasi sebagai kekuatan ampuh untuk menjaga kebhinekaan.

Toleransi harus dialami

Mbak Nana bercerita tentang pengalamannya di usia 16 tahun ketika berkesempatan mengikuti pertukaran pelajar di Amerika, tinggal dengan orang tua asuh yang beragama Khatolik. Pengalaman yang tak akan Mbak Nana lupakan bagaimana keluarga ini begitu menghargai kehadiran Mbak Nana yang saat itu merayakan Ramadhan dan Idul Fitri di negeri orang. Ibu asuh Mbak Nana akan bangun pagi sebelum subuh untuk menyiapkan sahur, dan mereka sekeluarga mengantarkan Mbak Nana remaja ke masjid saat sholat Ied yang jaraknya 4 jam dari kota tempat mereka tinggal saat Idul Fitri.

Mengalami langsung bahwa berbeda bukan untuk menghalangi apalagi mengikis nilai-nilai kemanusiaan, adalah kunci kita menghargai dan menjalankan toleransi.

Literasi Untuk Kebhinekaan

Mengapa literasi penting bagi kondisi kebhinekaan saat ini. Literasi, membaca sumber yang terpercaya dan beragam, membuat kita tidak takut dengan keberagaman. Karena dari kita membaca beragam sumber, kita tahu bahwa keberagaman itu ada dan kita akan menghargainya sebagai suatu kekayaan hidup. Memahami, mengalami, menerima, dan memiliki kemampuan untuk menjaganya serta mejadikannya kekuatan bersama merupakan salah satu buah dari literasi.

Mbak Nana yang selalu cerkas dalam bertanya memang demikian halnya juga dalam menjawab pertanyaan, lugas dan dengan jam terbang sebagai jurnalis senior, apa yang disampaikannya dengan bahasa yang ringan membuat suasana segar.

“Membaca itu meningkatkan kualitas hidup. Membaca itu obat stres. Membaca itu menyembuhkan jiwa. Jangan takut memulai membaca. Carilah bacaan tentang apa kegemaranmu dan mulailah dengan menyelesaikan membaca sedikit demi sedikit. Membaca itu seperti olahraga, semakin dilatih otot membaca kita semakin tahan lama.”

Berbagai tips mencintai literasi dengan gemar membaca disampaikan Mbak Nana terutama dalam menjawab pertanyaan fans Mbak Nana malam itu. Salah satunya memulai membaca atas dasar cinta yang akhirnya akan menjadi cinta membaca. Jatuh cinta itu cukup berawal hanya dari sebuah tulisan. Membaca itu harus menjadi sesuatu yang menggembirakan. Oleh karenanya bacalah apa yang kamu suka dan terus berlatih hingga akhirnya membaca menjadi kebutuhan.

Pun tentang memanfaatkan media sosial. Tidak masalah untuk bersenang-senang, kepo, karena jaman telah berubah, tantangan makin meningkat, skill yang dibutuhkan makin beragam. Memanfaatkan sosial media untuk menemukan jejaring, mencari inspirasi, berbagi semangat adalah salah satu cara meningkatkan kualitas hidup dan mengembangkan keinginan literasi.

Malam makin larut dan bapak Gubernur NTT yang juga sebagai pembicara malam itu, bapak Frans Lebu Raya, membuat saya penasaran tentang program Gong Membaca yang disampaikan ke Mbak Nana. Hmm…mari kita cari tahu lebih jauh.

Maka Mbak Nana seperti kebiasaan-kebiasaannya akan memberikan clossing statement dengan membaca syair. Harapannya dengan literasi, masyarakat semakin peka akan keberagaman, diperlukan upaya-upaya gemar membaca untuk menggugah masyarakat agar semakin mencintai kebhinekaan, membuka mata dan hati, serta menjaga keberagaam sebagai kekayaan bersama. Bukan sekedar membaca dalil kebenaran namun buta akan fakta.


Terlepas dari apapun keputusan Mbak Nana melanglang menutup Mata Najwa, senang bisa jumpa malam ini. Lalu penyair Bara Pattyradja selaku moderator malam itu menutup sesi dengan Mbak Nana dan berlanjutlah sesi berebut foto bersama Mbak Nana di depan panggung oleh fans berat Mbak Nana 😄

Salam Literasi,

“Mata kiri membaca, maka mata kanan menulis”

Advertisements

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 12, 2017 by in Analogi Sosok, Other Side.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

August 2017
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Analogi Kliks

  • 41,813 Analogiers
%d bloggers like this: