an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Pencitraan [Sampah] itu Penting

Selamat pagi, tanah dan rerumputan basah, sarapan…sudah?!

Hujan-hujan gini mengingatkan saya beberapa tahun lalu, jelang akhir tahun kami memutuskan bertandang ke Puncak Merbabu. Yah, meskipun risikonya sudah pasti hujan dan begitulah, keinginan itu mengalahkan segala kemungkinan rintangan. Tapi yang jelas kami sudah berhitung dan mempertimbangkan dong yaa langkah antisipasi kondisi yang akan kami hadapi.

Hari itu hujan mulai turun sejak kami tiba di Selo, yang saat itu kami naik sepeda motor alhasil pakai jas hujan dan beruntung memulai perjalanan hujan reda. Sore menjelang  setengah perjalanan hujan kembali turun dan ehh..saat lewat Sabana I ketemu rombongan pendaki lain yang menawarkan semangkok kehangatan kacang hijau, aseeeekkkkk…benar saja, jadi bekal kami ke puncak esok paginya.

Eniwe ceritanya bukan tentang itu sih, hahaa…

Kami muncak tak sepagi yang biasa kami lakukan karena cuaca cukup teduh, jadi ga bakal ketemu sunrise. Kami berjalan perlahan dan membereskan beberapa hal seperti ini. 

Yaaa…kadang memang pencitraan sih kata orang. Tapi apa daya, daripada saya ngomel-ngomel sepanjang jalan bahkan setelah pendakian akibat kelalaian teman lain yang anggap saja terlalu lelah setelah euforia berhasil muncak untuk membawa kembali sampah mereka turun dan cuek aja titip di sini. Maka hari ini kantong plastik cadangan yang kami harapkan gak terpakai jadi penuh.

Lumayaaannnn…coba di pos daftar bisa dikiloin, kami bisa dapat ongkos beli ubi rebus sepulang Merbabu di Selo πŸ˜„

Begini temans, dewasa ini banyak banget informasi aktifitas yang bikin temans ingin banget untuk bisa menikmatinya. Salah satu yang lagi gegap gempita adalah kegiatan outdoor apapun itu. Sekedar traveling, hangout akhir pekan sampai yang ekstrim ya ekstrim mendaki gunung. Jangan pernah abai kegiatan mendaki gunung perlu persiapan fisik dan mental meski temans bilang “ah cuma Merbabu ini”, gunung tetaplah gunung, bukan tempat yang nyaman jika temans belum belajar dan mengenalnya dengan baik.

Salah satu akibatnya ya ini, gunungnya merana loh dititipin peninggalan sampah-sampah kita cuma gara-gara kita kecapekan, keberatan beban, dan mikirnya “ah ini kan alam bebas, jadi bebas aja buat buang sampah, toh jarang yang datang”. Eh tapi kata gunungnya gini loh, “abis manis adek dicampakkan bersama sampah-sampah, adek gak syantik lagi loh…kan adek masih ada yang mau ketemu abis ini” 😒

Karenanya, di manapun, please…sebagai seseorang yang memiliki akses informasi dan pengetahuan lebih dari cukup, use your smartphones smarter than before. Use it wisely. Punya smartphone minimal juga dipakai untuk baca informasi bagaimana perilaku pejalan di alam. Jangan hanya melulu soal trending topik foto apik dan πŸ‘ atau ❀ yang banyak tapi abai pada tanggungjawab untuk turut menjaga. Perjalanan itu lebih dari sekedar kesenangan. Kalau nilai-nilai dibalik kesenangan yang didapat, menjaga sekitar tetap indah seperti sebelumnya, menghormati dan menghargai etika di manapun kita berada alangkah bijaknya temans semua.

Ingat, setelah kita nih masih banyak temans yang juga ingin menikmati suasana yang sama, jadi jangan dimonopoli ataupun ditinggalkan dalam kondisi tidak nyaman, kan sayang pas lagi foto-foto menikmati alam eeuuuuwww…latarnya banyak sampah. Toh coba bayangkan kita jadi yang belakangan datang menemukan situasi yang gak banget itu, sedih kan…

Makasi yaaa, mendaki sama saya kalau gak mau saya ngomel sama pendaki lain, protes perilaku temans lain yang abai, baiknya kita diem-dieman dan angkut trashbag kita pulang sambil berdoa “semoga gunung-gunung dan tempat hits lainnya selalu ingat dijaga oleh mereka yang menyebut diri Adventurer dan Travellers sejati itu…”.

Tapi kan ada untungnya lah ya repot begini, kita bisa pencitraan loh di medsos, hahahaa… 😏

Gak percaya?! Niihhhh…abis ini kamu pasti banyak follower-nya karena jadi partner idaman kalau mendaki πŸ˜‹

*bersama sampah-sampah yang gak ingat dibawa turun

Kalo gunungnya tanpa sampah, cakep kan…

Advertisements

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

December 2016
M T W T F S S
« Nov    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Analogi Kliks

  • 35,276 Analogiers
%d bloggers like this: