an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Koramil Merayap; Sebuah Epik Kesamaptaan ODP BNI 130-131 2015

IMG_4664

TIARAAAAPPPPPP!!!

Nampaknya kata itu menjadi familiar sejak beberapa hari kami berada di Pusdikajen (Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal) Kodiklat TNI AD Lembang, Bandung ini. Ehm…berasa keren juga bisa ada di sini meski untuk satu hal yang masih kami pungkiri hingga di hari ke-tiga ini, kami yang notabene pegawai bank setiap saat berada di lingkungan yang sangat kondusif, nyaman, sekarang nempel dengan tanah dengan pakaian tempur. Suara ledakan meriam dan sirine meraung di sekitar kami, hiruk pikuk suara tembakan (dari mulut kami sih, hahahaa…) dan orang-orang lalu lalang dengan kepanikan lebih karena tak lengkap memakai perlengkapan diiringi terikan para Komandan (sebutan para pelatih dan pembina kami di Pusdikajen) berbaju loreng memperingatkan kami bahwa musuh sedang menyerang. Belum lagi para fotografer yang dengan ganasnya memburu kami dalam keadaan gelap malam harus segera mengerjakan tugas-tugas kami mempertahankan wilayah yang telah diingatkan sebelumnya. Nah, inilah sekilas gambaran kegiatan Alarm Steeling dalam rangkaian Kesamaptaan yang diadakan untuk kami peserta ODP (Officer Development Program) BNI Batch 130-131 tahun 2015.

Tak cuma kami instansi yang mengikuti Kesamaptaan saat ini, ratusan orang ada di Pusdikajen mulai yang hanya beberapa hari, seperti kami genap seminggu bahkan bagi para PNS yang sedang proses kenaikan jabatan menjalani LATSARMIL (Latihan Dasar Militer) selama sebulan lamanya, waaaooowwwww…. Termasuk bank tetangga pita kuning dengan armadanya yang sangat banyak juga ada di sini, jadilah kalo sudah ketemu pleton mereka, jiwa bersaing pasti tumbuh alami, hahahaa…KORSA!!!

Bagiku pribadi berada di Pusdikajen satu hal yang bikin penasaran dan menantang. Yah kebayang Latdas Sispala dengan standar berkali-kali lipat. Awalnya dengar Samapta udah muncul devil’s mode-nya mo mbandel, tapi begitu tahu tempatnya macam markas militer gini, ciutlah nih nyali, hahaa….ampun Komandaaannnnn…

IMG_1666Yang menarik dari Samapta tuh kebiasaan-kebiasaan baru yang bikin shock sekaligus bikin greget. Makan ada aturannya dan waktunya cuma rata-rata 5 menit, ga bole bersuara, badan tegak dan ga bole sisain makanan. Di sini aku belajar makan dengan kuah teh dan air putih, pokoknya bisa nelen dulu lah sebelum dipelototin Komandan dan akhirnya sekelas bisa jadi menderita karena ulah kita.

Lainnya, di tengah hawa dingin Lembang, bangun pagi tuh jam 4 subuh, sudah berdiri di lapangan siap senam pagi abis ibadah. Mata ngantuk, badan lemes plus dingin kalah sama sosok Komandan yang udah siap memulai gerakan senam dan harus ngitung dengan suara semangat. Hoooaaaahhhhh…BNI!

Materi yang paling aku tunggu adalah saat pengetahuan tentang senjata, disamping materi outdoor macam simulasi tempur, pioneer, mountaineering yang sedikit tidak pernah aku tau, jadi hal yang dinanti, seperti apa kira-kira cara mereka menyampaikan ke kami. Dan gak sabar buat praktek. Pleus….serunya setiap kegiatan kita mesti nyanyi-nyanyi, sampe suara abiisssss…pake acara berantem sama anak-anak laki-laki botak itu yang kami anggap gak smangat dan gak pol kalo nyanyi, hahahaa…untung berantemnya gak lama, keburu sadar kita mesti bersatu di sini (gitu kata Komandan).

IMG_3613Dalam materi bongkar senjata kami dikenalkan dengan senapan laras panjang M16-A1 buatan US dan pistol P1 buatan Pindad. Super excited, kapan lagi bias pegang bedil dan pistol sungguhan trus dapet pulung mewakili temen-temen kelompok buat lomba bongkar pasang senjata di kelas yang akhirnya menang, yeyeeeyyyyy…. Ups, tapi telapak tangan kejepit pistol juga, huhuhuhuu…lumayan darah beku di bawah kulit bikin kurang nyaman.

Selain materi indoor macam kelas kuliah gitu, dan masaowoh aseli bikin mata nguantuks…materi dalam lingkungan Pusdikajen ga pernah ada jeda. Abis dari ruangan, lanjut lapangan, makan dan istirahat sudah dijatah waktunya dan lanjut sampai kisaran jam 21.30 apel malam sebelum balik ke barak. Balik ke barak belom juga bisa bobok. Kami harus mempersiapkan diri untuk siaga 24 jam dan jaga serambi 1 jam sekali bergiliran. Alhasil dengan personil wanita BNI hanya 15 orang, jaga serambi yang mulai jam 23.00 sampai 04.00 kami dapet giliran tiap 1 jam sekali bikin kami tiap hari kebagian jadwal dan tidornya nyap-nyap [tidor pakaian lengkap plus sepatu boot itu udah biasa].

IMG_3721Tiba lah hari Kamis (kayaknya sih, agak insomnia mengingat hp sudah disita sejak menginjakkan kaki di Pusdikajen), kami menuju Cikole untuk maen mountaineering. Ada seluncuran, eh praktek meluncur, panjat tangga tali, meniti jembatan tali dan lempar pisau kapak yang di raport nilaiku kecil, huhuhuuu… Padahal kan nancep ketiganya…. Cuma ya gitu, setelah liat-liat foto dokumentasi rupanya memang nancep tiga eh tapi ternyata bukan mata kapak yang utama, hahahaa…pantes nilainya ga sempurna, gagal fokus.

Kirain bakal langsung simulasi tempur dan Caraka Malam yang dinanti-nanti lebih karena gosib yang beredar Caraka Malam itu di hutan beneran, gak cuma jurit malam a la jaman Pramuka dulu, uhuuuuiiiiiii…

IMG_3958

Malam paling gelisah sehari kemudian, setelah kami praktek bivak, survival praktek macam tangkap ular sampe si uler siap santap plus serangan meriam kembali membuat kami tiarap dan siaga; satu teman secara rutin diungsikan tiap akan ada ledakan karena punya trauma pasca kecelakaan; dan ini membawa keberuntungan pada kami sebagai pertanda kami harus waspada tiap kali dia diungsikan, hahhaaa….thanks ya Mahendra.

Caraka Malam, pembawa pesan rahasia ke seseorang. Melewati gelap hutan Cikole yang sudah ditandai sedemikian rupa dengan bentangan tali rapia putih sepanjang jalur, tanpa penerangan, tanpa kawan kami berangkat satu-satu dengan interval 10-15 menit, dengan pesan yang harus dihapalkan di tengah perut mules pengen pipis mengingat perjalanan Caraka Malam sejauh kisaran 2 km. Hosshhhaaaahhhh!!!

Rintangan pertama saat menyesuaikan langkah dan mata di kegelapan, menyusur tali rapia dan menjejakkan kaki dengan sepatu boot tentara itu dengan mode yakin dan percaya semua sudah dipersiapkan apapun yang bakal ditemui adalah bagian dari ujian. Pos I absen di batu nisan yang sesak dengan wangi kemenyan, melati dan dupa. Yah ada suara-suara sih di semak-semak sama entah tangan siapa di sebelah kiri tapi gak usah lah ya digubris. Lanjut perjalanan cukup lengang sampai tiba-tiba dari semak-semak di belakang muncul dua makhluk putih dan aku reflek bernyanyi “wow…uwooowww…uwooowwww…”, syukurlah langkahku cepat jadi agak telat kagetnya. Gak pake noleh lanjut aja ke pos selanjutnya ketemu Komandan yang syarat ujian ke tahap berikutnya dengan mencari koin kunci dalam ember tertutup dengan lubang seukuran lengan untuk masuk ke dasar ember. Udah lah yaaa embernya isi something-something bernyawa gitu….pos lainnya menanti sampai akhirnya tiba juga di ujung perjalanan. Huhuhuu…aku berhasil lewat, pesan sampai dengan sempurna… disambut bandrek dan penganan pisang, ubi dan jagung rebus aku terlelap dalam sesak nafas dipapar debu sambil menunggu teman-teman lainnya tiba.

Maka inilah hari terakhir, masa-masa denial tanpa disadari menjadi masa-masa susah move on dari Pusdikajen, terlebih yang “koramil” dan “merayap”* makin galau detik-detik terakhir segera tiba.

IMG-20151011-WA0000

Bangga rasanya upacara pembukaan dan penutupan ini berasa megah dan kapan lagi bisa jadi peserta dalam tata cara upacara militer yang pake grup drum band kumplit plus ledakan meriam tanda acara resmi angkatan bersenjata. Dan ehem…selain semuanya dinyatakan lulus dan dapet ijasah, medali lulusan terbaik kejutan yang istimewa dari Pusdikajen hari ini buatku.

Sampai jumpa para Komandan, terima kasih bimbingan, latihan, omelan dan hukumannya selama ini. Sudah buat janji dalam hati, doakan kami lancar dalam perjalanan selanjutnya, pun Komandan sekalian sukses karir dan selalu direstui dalam setiap langkah menjaga NKRI. Bravo Zulu! Hidup TNI!

Kami bangga pernah menjadi peserta didik penempa-penempa hebat seperti Komandan sekalian, bangga memiliki orang-orang dengan dedikasi dan militansi serta perjuangan seperti Komandan sekalian di TNI!

IMG_4372

footnote : “koramil” : korban rayuan militer, eciiieeeee….; “merayap” :merayu ayank pusdikajen, eheemmm…ada yang mo nambah Samapta nih

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 18, 2015 by in BNI 46 and tagged , , , , , , .
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

October 2015
M T W T F S S
« Aug   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Analogi Kliks

  • 33,156 Analogiers
%d bloggers like this: