an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Sejatinya 3.142 mdpl; Pendakian Gunung Agung

image

Giri Tolangkir, demikian 3.142 mdpl di tanah Bali ini dikenal di kalangan pelaku spiritual dan masyarakat seputaran gunung Agung.

By the way, ini kali ke-3 aku punya kesempatan buat kembali mencoba peruntunganku untuk sampai di sejatinya 3.142 mdpl, puncak Gunung Agung via jalur Besakih. Iya, peruntungan. Kali sebelumnya lebih dari 1 dekade lalu aku nyaris mencapainya, sebab pilihan waktu pendakian yang kurang tepat sangat berpengaruh di sini. Menghindari badai di jalur menuju puncak bukan pilihan untuk batal melanjutkan perjalanan, tapi itu adalah keharusan kecuali pertaruhan nyawa pilihan satu-satunya.

Happy, karena kali ini cuaca sedang cerah dan the one-ku bisa gabung, aseeekkkkk… Doa-doa dan pantangan selalu aku panjatkan saking parnonya gak mau gagal lagi kali ini. Persiapan fisik, printhilan alat-alat dan mental utamanya sudah disiapkan jauh hari. Here we go…
image

Jalur Besakih kini bisa dimulai dari pelataran Pura Pengubengan yang sudah bisa diakses dengan kendaraan, sebelumnya jika kita masuk melalui kawasabn Besakih kita akan membayar retribusi kunjungan wisata Rp. 20.000,- sementara jika untuk kepentingan sembahyang tidak perlu bayar. Nah, gimana buat yang mau mendaki?!

Di sini, diwajibkan menggunakan jasa pemandu yang bisa diproses di pos gerbang kawasan Besakih. Sayangnya harga yang dipatok sangat tinggi, menurut teman yang pernah menggunakan pemandu untuk 2 orang pendaki membayar 1 orang pemandu dengan ongkos 350-400 ribu. Busyet dah… Cuma sepertinya sih bisa tawar menawar. Berhubung kami agak “nakalan” dan di sana gak ada acara periksa mobil, jadi kami bilangnya “kami berkunjung” dan lolos deh cegatan pemandu.

Nah, ada pengalaman menarik saat kami turun keesokan harinya. Kami bertemu serombongan keluarga WNA dengan 1 orang pemandu yang sedang mendaki. Dari kondiai yang aku perhatikan, keluarga ini tidak dilengkapi perlengkapan pendakian, terlebih ada 2 remaja sekitar 12-14th yang ikut serta dan terlihat sudah kelelahan. Tak berapa lama, kami mendengar si ayah menanyakan persediaan air pada pemandu grup lain yang juga kebetulan turun bareng kami. Si pemandu menawarkan 1 liter air pada si ayah dan mengenakan ongkos 100 ribu.

Anjrit! Bisa kebayang dong apa yang ada dalam kepalaku menyimpulkan kondisi manajemen pemandu di sini. Menguatkan kesimpulan atas opini teman-teman yang selama ini juga mengatakan sistem pemandu di jalur Besakih bikin kita suka gigit jari. Nambah lagi gak berapa lama si ayah ngomel-ngomel pada pemandunya yang mengingatkan bahwa kondisi anak mereka gak bisa jalan terlalu cepat dan semakin memuncak dengan kejadian persediaan air mereka yang nampaknya gak dipeduliin sama pemandu mereka. Sementara waktu itu sudah sekitar jam 1-an siang mereka belumlah lewat setengah perjalanan. Kebayang kejadian-kejadian berikutnya yang menimpa si pemandu akibat kurangnya informasi yang disampaikan ke si tamu.

Pendakian hari I kami tempuh sekitar 7 jam, plus ada sesi pijat-pijat urut karena salah satu rekan mengalami kram kaki akibat alas kaki yang kurang nyaman.

Rencana memang hari ini kami akan camp di Kori Agung, 2 jam jelang puncak, berupa perbatasan vegetasi di ketinggian sekitar 2.800 mdpl yang ditandai dengan sebuah tebing vertikal dan kawasan sempit untuk mendirikan 1-2 tenda berkapasitas 2-3 orang serta sebuah Palinggih penanda Kori Agung. Oiya, tebing ini juga terkenal dengan sebutan Boyke, entah ya kenapa disebut begitu.
image

Perjalanan awal melewati kawasan hutan tropis dengan banyak tumbuhan semacam jahe-jahean, berumbi dan kayu-kayu damar. Jalur sepanjang perjalanan ini nanjak pol, hahaa…dan banyak perosotan licin yang tenang aja ada tali-tali tarzan untuk bantu melaluinya. Cuma ya tetep aja ngesot trutama pas turun esok harinya.
image

Pos I sekitar 1 jam 30 menit berupa sepasang pohon yang dijadikan tempat menghaturkan canang sari, kami rehat sejenak dan kami bertemu 2 orang pelari Ultra Run asal Bangli. Dari obrolan singkat, timbul rasa bangga ada orang Bali yang rupanya melakoni Trail Running. Keep running, Bli…
image
image

Pura Giri Kusuma adalah lokasi sumber air di pendakian jalur Besakih. Pura ini ada di sekitar 3-4 jam perjalanan, turun ke sisi kanan jalur kita akan menemukan rembesan air yang jika dalam kondisi baik menyediakan cukup air. Sayangnya tidak setiap saat air tersedia sehingga jalur ini perlu persiapan air yang cukup, terlebih jalurnya juga agak kering, so, pola minum juga mesti jadi perhatian kalo gak mau kehabisan stok.
image

Selepas Giri Kusuma jalur mulai berubah dari hutan pinus ke areal dengan semak perdu dan dinding Kori Agung mulai nampak di kejauhan. Sore mulai menjelang dan matahari sore mulai nampak keemasan. Awan-awan kapas bergerumbul cantik menyita perhatian. Saat satu rekan pemulihan dari kram kaki, kami menyempatkan diri menikmati senja dan memulihkan nafas.
image
image

Jalur berpasir licin dan tetap menanjak. Beberapa kawasan camp yang memuat cukup beberapa tenda kami lalui. Langit mulai gelap dan kami bergegas menuju pelawangan untuk segera mendirikan tenda. Yang surprisingly, hanya tersisa kawasan sempit untuk tenda 2p kami berpijak itupun tidak dengan sempurna. Dulunya tepat di bawah tebing Kori Agung memuat 2 tenda untuk 3-4 orang yang sekarang mungkin akibat longsor sudah tidak tampak. Jadi kami memilih tempat seadanya beberapa langkah sebelum pelawangan ini.
image

Malam ini berbintang. Fly sheet tenda kami buka, malam tak begitu dingin; katanya sih berkat pacar baruku, si ungu Patagonia yang masih nyantol price tag-nya itu dan pastinya si bivvy yang bikin kemringet pas tidur; dan akhirnya bintang-bintang membawaku lelap. Tengah malam setengah sadar, tenda berpindah dari tempatnya semula, kami hampir terperosok, haha…jadilah kerja bakti sambil menunggu jam summit attack.

Tepat 3.30 pagi kamu mulai meniti batu-batu tebing di Pelawangan Kori Agung. Sangat diperlukan kecermatan, kehati-hatian dan konsentrasi sepanjang jalur ini. Satu jam pertama tebing curam berbatu membawa kita sampai di puncak bayangan berupa tanah datar di igir jalur menuju puncak.

Selanjutnya, selamat datang di jalur pelana Gunung Agung yang terkenal. Pendakian malam memang membawa keuntungan kita tak menyadari kawasan sekitar jalur. Pesanku, berhati-hatilah dan konsentrasi. Ini adalah jalur terbuka dan sebagian besar korban Gunung Agung hilang di area ini. Jalur yang selebar setapak terkadang diselingi dua jalur tipis di pinggir igir yang licin berpasir. Jangan pilih jalur terlalu menepi jika tak mau berakhir entah di mana. Berdoalah semoga angin juga bersahabat.

Pastinya, begitu pula saat pulang, yang phobia ketinggian bahkan yang selama ini gak pernah masalah sama ketinggian bisa-bisa tetiba menjadi pusing. Tetap kalem, dan banyak berdoa aja😀
image
image
image
image

Terus bersyukur sepanjang langkah bahwa cuaca sangat bersahabat terutama angin cukup tenang. Dua kali kunjungan sebelumnya langkahku jauh terhenti setelah puncak bayangan akibat angin kencang yang tak segan menerbangkan kerikil sebesar bola bekel menghantam wajah.

Ah…terima kasih banyak, bawa aku ke sejati-Mu 3.142 mdpl kali ini.
image

~matalensa : https://m.facebook.com/inten.arsriani/albums/10206898834246559/”>https://m.facebook.com/inten.arsriani/albums/10206898834246559

3 comments on “Sejatinya 3.142 mdpl; Pendakian Gunung Agung

  1. leniaini
    August 18, 2015

    jalurnya benar-benar tipis yak😮

  2. akuntomo
    August 22, 2015

    Reblogged this on akunto[MO]untain and commented:
    menjejak atap bali

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 17, 2015 by in Agung.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

August 2015
M T W T F S S
« Jul   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Analogi Kliks

  • 33,062 Analogiers
%d bloggers like this: