an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Meditating Metanding

Mengerti makna mengapa persiapan hari raya orang Hindu Bali itu terlihat riweuh, bagiku juga tak mudah. Meskipun ritus ritual mempersiapkan sesajen atau bebantenan yang menjadi unsur pokok dalam upacara dan perayaan hari suci orang Hindu Bali sudah aku lakukan sejak kecil.

Maklum, lahir di geria dengan emak yang sangat patuh dan berusaha sebaik mungkin dalam melaksanakan yadnya, metanding banten juga menjadi ajang banyak belajar tentang tak hanya kebiasaan, budaya, tradisi namun juga  tentang petuah hidup. Sementara penemuan pribadi atas semua makna-makna itu mungkin baru di usia-usia sekarang dapat aku mengerti dan paham. Tidak lagi menjadi sekedar pemenuhan kewajiban membantu emak, kini metanding membawa nilai tersendiri buatku.

Beruntunglah para gadis dan ibu-ibu bahkan kaum pria pun yang masih memiliki keinginan dan menyempatkan waktu untuk metanding, tidak memilih membeli bebantenan karena memang dirasa lebih praktis jaman sekarang.

Termasuk aku. Beruntunglah emak yang cerewet dan sangat taat tradisi; meski tidak selalu memenuhi pertanyaanku dengan jawaban yang memuaskan akan mengapa begini mengapa begitu terkait banten; aku bisa menemukannya sendiri, versiku sendiri.

image

Serangkaian perayaan Galungan hingga Kuningan, membuatku menyimpulkan ini. Andai aku tak memilih membantu emak, aku tak akan menemukan rumitnya mempersiapkan ini, hahaa…kesabaran, ketekunan, cinta, diajarkan di sini.

Tanpa metanding mungkin aku juga tak pernah tahu ketika orang berpepatah “alisne ma don intaran”, pepatah orang Bali untuk mengumpamakan kecantikan seseorang yang beralis sempurna bak daun Intaran. Yang pada rangkaian banten Kuningan digunakan sebagai perangkat pelengkap dan penghias persembahan. Membuat banten dengan rangkaian yang baik, lengkap, sesuai sastra dengan harapan segala doa yang terpanjat akan terpenuhi dengan jalan dan anugerah yang baik, lengkap dan indah pada waktunya pula.

image

Kuningan juga lengkap dengan serangkaian banten yang memiliki isi yang cukup beragam, khas dan detail. Sebagai pelengkap kami juga menghaturkan sayur mayur yang kalau kita terjemahkan dalam kehidupan keseharian memiliki simbol-simbol semesta. Ungkapan rasa syukur dapat diwujudkan dengan beragam cara, beragam persembahan, beragam pula makna dan doa di baliknya. Mengagumi penemu dari semua rangkaian yang sarat makna ini.

Nah, emak adalah orang yang paling tidak mau memilih mengikuti trend soal banten. Contohnya emak tidak akan menggunakan isian banten dengan camilan modern. Selain tetap mempertahankan tradisi dengan tetap menggunakan jajanan tradisional dalam banten, tidak menggunakan staples meski piting bambu butuh tenaga dan keahlian khusus menggunakannya, menghindari plastik, rupanya memiliki makna filosofi selain menjaga lingkungan. Menggunakan perlengkapan banten yang alami, membantu jiwa-jiwa dalam bahan-bahan banten untuk mengorbankan diri guna kepentingan yadnya dengan doa agar seandainya kembali reinkarnasi ke dunia mendapat kehidupan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas jiwa yang lahir. See, mungkin hal seperti ini tak aku dapat di bangku sekolah.

Oiya, satu hal lagi, metanding bagiku adalah kegiatan yang meditating. Tanpa sadar ketika metanding dengan bebungaan warna-warni yang melambangkan energi semesta, dalam hati terlantun “Om Ang Brahma, Om Ung Wisnu, Om Mang nama Siwa ya…”.

Hari raya, tiap orang punya tugas masing-masing, para bapak mebat, ibu-ibu metanding, anak gadis ke pasar, dan Odim ngeles jaga bahan banten sambil molor, hahaaa…

image

Rahajeng nyanggra Kuningan, semeton sami…dan Kuningan kali ini sangat istimewa. Libur panjang untuk persiapan Kuningan memang sesuatu banget, ga perlu cuti dapet 2 hari untuk bantu emak, hahaa…

Eniwe, selamat Natal, kekasih…wish you lovely Christmast [Wall] Eve…

image

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 25, 2014 by in Warna-Warni Analogi.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

December 2014
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Analogi Kliks

  • 33,121 Analogiers
%d bloggers like this: