an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Selamatkan Rinjani, dan Kawan-kawannya

Pagi ini kembali disuguhkan sebuah topik tentang bahasan sampah di gunung Rinjani.
http://m.kaskus.co.id/thread/5415cbe4108b4628238b456a/selamatkan-rinjani-save-rinjani/1

Dan, tulisan terakhir saya tentang Rinjani 3 tahun lalu adalah keprihatinan saya dengan kondisi Rinjani.
https://intenarsriani.wordpress.com/2011/09/10/dan-aku-tak-peduli-balada-sampah-di-gunung-rinjani/

Tak perlu jauh-jauh di ketinggian pegunungan dan dunia antah berantah lainnya [yang semestinya tak terjamah sampah manusia], lihatlah sekitar kita.

Saya pernah mengkritisi perilaku orang-orang sekitar saya di kantor dengan urusan sampah pribadi, ketika itu orang-orang dengan cueknya meninggalkan sampah [yang syukur-syukur dalam kondisi rapi] berlalu dari ruang pertemuan. Kritik saya dibalas dengan kalimat “ada petugas kebersihan kok, kenapa kita harus repot?!”.

Kedua, saya paling tidak tahan ketika nasabah di konter saya dengan seenaknya mengunyah permen yang tersedia dan meletakkan sampah permen kembali ke tempat permen atau lebih menyedihkan lagi dibiarkan berserak di meja. Standar layanan yang kami terapkan memang mengharuskan kami merapikan kembali meja konter kami selepas nasabah pergi. Tapi yang menjadi perhatian saya adalah kebiasaan masyarakat kita tidak peduli dengan lingkungan. Bahkan, di kantor saya pernah menjadi “public enemy” untuk frontliner yang tidak peduli dengan kebersihan konternya. Maka, tak sengaja suatu hari saya mendengar percakapan “ah kamu ini kaya’ mbak Gek Inten aja, urusan bungkus permen aja dimasalahin”. Hahaa… I got you…

Last but not least, saat menikmati 17-an di Gunung Prau, saya sempat menegur dan mengajak serombongan pendaki muda yang melenggang ngacir meninggalkan areal perkemahan dengan kondisi sampah masih banyak tertinggal. Syukurnya saat itu saya tidak dikeroyok oleh mereka, fiiuuuhhh…

Setiap orang yang gemes dan gregetan juga pasti tak sedikit. Tapi yang peduli untuk beraksi dan mengajak yang lain “on site” langsung mengatasi urusan persampahan dan menjaga kebersihan ini berapa banyak?!

Banyak pihak yang terlibat dan bertanggungjawab. Kali ini solusi yang ingin saya bagi dan menjadi prioritas utama saya adalah menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini pada anak-anak. Bukan berarti orang dewasa macam kita-kita ini terlambat untuk menumbuhkan kepedulian. Biasakan menghormati orang lain dan sekitar dengan menjaga kebersihan, contohkan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Tak ada tempat sampah, kantongi sampah sampai ketemu tong sampah. Jangan buang sampah di sembarang tempat apalagi di jalanan dan parahnya mengenai pengendara lain [pengalaman pribadi dan rasanya pengen jambak tuh orang yang buang sampah].

Perilaku-perilaku tidak baik yang dianggap sepele jika dibiarkan tentunya akan menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi karakter. Karakter tidak peduli yang akut, yang bisa jadi karena ketidaktahuan, menutup mata, hati dan telinga pada keberadaan kenyamanan orang lain.

Sadarlah…jika bukan dari diri sendiri, jangan harap orang lain akan berlaku sama, jika ada kesempatan kenapa tidak melakukan segala sesuatu dengan pertimbangan yang matang dan sadarlah bahwa ada orang-orang dan juga alam di sekitar kita yang memiliki hak kenyamanan yang sama di mana dan kapan pun.

Dan membicarakan perilaku masyarakat kita dan sampah, tak akan ada ujungnya. Namun percayalah, berperilakulah baik dengan konsisten, maka suatu hari cita-cita ini akan terwujud.

image

Hmm…lebih elok lingkungan bebas dari sampah bukan?!

#SimpanSampahmu
#SelamatkanRinjani

2 comments on “Selamatkan Rinjani, dan Kawan-kawannya

  1. Jejak Parmantos
    November 5, 2014

    Sekali kita membuang sampah sembarangan, maka akan nular ke orang lain untuk berbuat hal yang sama. Nice posting, salam kenal mba…

    • inten_arsriani
      November 6, 2014

      Salam..
      Ini tentang mentalitas bagaimana peduli pada sekitar dan berpikir lebih luas akan dampak dari perilaku kita, tidak saja sebatas urusan sampah saat di gunung.

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 27, 2014 by in Analogi Plesiran.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

September 2014
M T W T F S S
« Jul   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Analogi Kliks

  • 33,121 Analogiers
%d bloggers like this: