an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Chit-chat Pagi Bersama Saraswati

Pagi tadi menghabiskan waktu bertukar pikiran dengan Ajik. Bahasan kami tentang apa yang dijalani dalam hidup, sekedar casing ataukah esensi. Wohooo…tenang, bercengkerama dengan Ajik akan selalu santai. Membicarakan perihal sehari-hari, kesederhanaan yang selalu dibanggakan Ajik, perlahan aku sadari sebagai satu penemuan nilai dalam hidup yang akan memudahkan dan menguatkan jiwa dalam perjalananku.

“Tak perlu kamu terlalu terseret arus mengikuti semua keinginan semua orang kamu harus menjadi apa dan bagaimana. Pastikan saja dirimu cukup menyesuaikan diri di mana kamu berada dan tetaplah menjadi kamu. Tak penting kamu memaksakan diri menjadi mereka hanya untuk dapat diterima. Nilai hidupmu lebih dari itu.”

Terbiasa dengan orang tua yang selalu menanamkan bahwa nilai di balik setiap perilaku, tindakan, kejadian adalah yang utama, menumbuhkan kesadaran setiap hal memiliki makna yang mesti ditemui dan resapi. Diingatkan untuk menjalani setiap hal dalam waktu singgah yang tak seberapa lama dalam hidup kali ini dengan segenap kualitas diri yang dimiliki. Nikmati, hayati, rasuk dalam diri.

Sesederhana itu, sesederhana persembahan pagi ini pada Hyang pemilik sumber segala sumber ilmu pengetahuan dalam semesta, Ayah Ibu juga adalah Hyang Saraswati bagi anak-anaknya. Maka bijaklah mendidik dan menjaga anak-anak kita.

Bahkan sebuah Canang Sari pun mampu menjadi media pendidikan karakter oleh seorang Ibu pada anaknya.
image
“Nak, dengan membuat sebuah persembahan sesederhana ini, sesungguhnya kamu sudah melakukan persembahan terbaik bagiNya. Kerjakan dengan ketekunan, fokuskan pikiranmu pada apa yang kamu ingin sampaikan melalui bunga-bunga yang wangi dan segar ini, rangkai menjadi satu yang indah dan cantik yang siapapun akan tersentuh hati melihatnya. Dan percayalah, apa yang akan kamu alami selanjutnya dalam perjalananmu akan penuh restu secantik persembahanmu ini. Penuh kesungguhan, keindahan dan tentunya kamu akan selalu tak pernah merasa sendiri karena kamu memiliki Dia yang sepenuh hati menjagamu. Maka tetaplah melaksanakan persembahan-persembahan terbaik dengan niat hati paling tulus, sesederhana apapun yang bisa kamu kerjakan.”

Hmm…terima kasih Hyang Saraswati yang bersemayam dalam jiwa Ayah dan Ibu…dirgayusa, Ajik Ibu…rahajeng Saraswati…

#ProudToBeBalinese

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 8, 2014 by in Warna-Warni Analogi.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

March 2014
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Analogi Kliks

  • 33,156 Analogiers
%d bloggers like this: