an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

[living] Backstage!

Takdir, kebanyakan dari kita tak pernah mau mengenal, mengerti, menerima situasi dan kondisi “backstage” dari semua hal, dalam pertunjukan dan panggung hiburan, terlebih “backstage” pada “pertunjukan dan panggung” hidup. Inginnya yang dinikmati mata adalah kesempurnaan.

Duh…baru pembukaan uda berat yaaa…hahaa…

Tulisan ini terinspirasi ketika seminggu lalu saya tergabung dalam tim tari BNI Wilayah Denpasar di ajang tahunan Lomba Kreasi Seni BNI tingkat Nasional di Jakarta. Rupanya banyak analogi dari kejadian sehari-hari yang kita alami adalah miniatur hidup kita.

Ketika itu, salah satu kawan, sebut saja Lia [yaelah…emang ini si Lia beneran, heheee], kami masih menyimpan rasa kantuk saat itu jam 9.30 pagi kami sudah berada di Tennis Indoor Senayan Jakarta untuk gladi pementasan kembali nanti malam. Setelah sehari sebelumnya jiwa dan raga tercurah untuk berkompetisi di final dan memenangkan perlombaan hingga pukul 2 dini hari kami baru tiba di penginapan. Maka jadilah kami ndlosor di kursi undangan sementara EO masih melakukan persiapan panggung pagi itu.

image

image

Berlanjut ke ruang make-up yang setengah absurd menurut saya. Dengan ruang seukuran 5 x 5 meter untuk persiapan 2 tim pengisi acara. Alhasil lebih marak dari pindang tumplek blek dalam keranjang. Wara-wiri bolak-balik keluar-masuk semua lalu lalang dengan kepentingannya masing-masing. Sesekali panitia menyambangi untuk update persiapan dan informasi pementasan. Setengah make-up gladi bersih terakhir dilakukan, melewati sisi belakang panggung penuh barang-barang; besi, kayu, alat-alat berat hingga paku bergelimangan di lantai; mendukung penampilan tampak depan panggung yang megah, saya semakin menemukan banyak analogi hidup yang sedang aku alami. Senyum-senyum sambil melirik sekilas tiap sudut belakang panggung, banyak yang terlintas dalam kepala.

Kembali ke ruang ganti, jam semakin mendekati jadwal acara. Mobilitas makin tinggi. Segala kondisi dipermaklumkan demi persiapan berjalan tepat pada waktunya untuk dapat tampil sempurna di atas panggung.

image
image
image

Dan tibalah saatnya menampilkan kesempurnaan di atas panggung. Kami sang juara…
image

image

image

Nah, apa sih sebenarnya yang saya petik dari serangkaian peristiwa itu?

Sama halnya ketika seseorang kita kagumi karena prestasinya meraih puncak gunung, menyukai foto-foto terbaiknya di puncak pencapaian, keindahan dari atas tanah tertinggi dengan senyum terbaik mereka, kebanggaan di mata mereka.
image

Kita terkadang menipu diri sendiri dengan mengabaikan dan menampik segala jalur dan keadaan yang dialami sang juara untuk bisa tiba di podium. Bagaimana kondisi di balik “panggung” yang sangat keras. Penuh perjuangan, kesabaran, toleransi, semangat, pengorbanan, peluh bahkan air mata untuk bisa sampai di atas panggung yang gemerlap. Dunia hanya mengharapkan tampilan kesempurnaan tanpa mau belajar dari riuh dan chaosnya “backstage”. Alhasil, jika termasuk dalam kategori itu, kaki-kaki ini tak akan pernah menginjakkan jejaknya di atas panggung-panggung itu.

Jika mengharapkan sesuatu yang belum pernah diraih, maka berbuatlah sesuatu yang belum pernah dilakukan…
*wajib hukumnya, ciiiinnn….

Semua tentang proses, pengorbanan, ikthiar, usaha dan eksekusi yang tepat dengan doa yang tulus.
Tak akan ada sebuah perjalanan perjuangan yang sia-sia…

Dan hargai setiap bagian dari perjalanan dan usaha setiap orang dan peristiwa. Semua adalah tentang menjadi realistis. Menjadi besar karena semua dilakukan dengan menghadapi segala rintangan dengan keteguhan diri. Bahkan mie instant butuh waktu 3 menit untuk menyantapnya, hehee…

Happy weekend good people!

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 25, 2014 by in Analogi Aku Yang Lain, BNI 46, Warna-Warni Analogi.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

January 2014
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Analogi Kliks

  • 33,170 Analogiers
%d bloggers like this: