an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Perfectionist #Am I?!

“Setiap gedubrakan punya konsekuensinya masing-masing”, kata si bebi Nay, saat chat ngaco tadi pagi.

Termasuk soal menetapkan target pada diri sendiri yang ujung-ujungnya pasti bikin memasukkan kata “stres” dalam agenda kerja. Sementara di satu sisi berharap stres keadaan kurang kondusif jangan lama-lama menginthili dalam satu pencapaian. Capek juga dong ketika harus fokus eh malah migrain menyerang hanya karena kondisi nda pas seperti yang diharapkan.

Hmm…ciri-ciri apa ya, sepertinya memang menjurus ke… (am I?!)

Seperti saat ini, aku begitu semangat menyelesaikan salah satu pekerjaan terbesar dalam sejarah hidup, ya…kelahiran keberikutnya dari rahim sang pengetahuan akademik. Aku sedang berkutat menyelesaikan revisi ujian tesisku.
*padahal nih, masih ada juga kok yang ijasahnya masih ditahan kampus karena nda kelar revisi sampai kalender berganti angka sejak saat wisudanya,hehee…

image

Kemarin, selepas ujian yang diwarnai “engkhel-engkhelan” dengan Sang Penguji, yang berujung tidurku tak nyenyak dan kepala serasa ditusuk-tusuk paku (lagi-lagi, indikasi satu keadaan pada diriku). Aku mencoba mencari tahu segala jawab atas pertanyaan yang aku rasa tak memuaskan jawabannya, sampai tak berani membuka catatan revisi yang diberikan.

Hingga akhirnya tadi pagi diputuskan, semua rintangan harus diambil, bagian dari konsekuensi, selesaikan sekarang atau tidak akan pernah tenang, kerjain ato mau migrain terus, ah…sampai-sampai kata-kata mutiara versiku “lakukan segala sesuatu dengan benar sejak awal” pun ikut-ikutan menyerang, membuatku berhadapan dengan tesis yang membawa kembali suasana ruang ujian,hhh…aku sudah mengerjakannya dengan benar!

Ya keyakinan itu yang akhirnya mendorong membuka semua catatan revisi yang dilalah tidak seperti yang aku bayangkan, hikz…tiwas uda pake acara stres, takut, migrain, nyap-nyap segala. Revisi hanya pada pembahasaan simpulan akhir saja, fiuhhh… Aku kira akan banyak coretan sana-sini, saking nge-blank-nya kemarin setelah tanya jawab usai.

Dan beginilah dampaknya. Seharian ini aku begitu exciting menyelesaikan segala urusan dari buka revisi sampai ketemu dosen statistik lagi yang harus ditungguin 3 jam. Bersih-bersih kamar yang uda kaya sarang penyamun hingga urusan administrasi kampus dan printhilan pendaftaran wisuda. Sampai lupa waktu kalau ini sudah subuh, 2.45 wita, aku masih anteng di depan file tesis yang terbuka, ditemani teh tarik favorit.

Sementara sore tadi sempat bertukar cerita dengan kawan seangkatan yang baru datang dari tukang editing untuk membenahi tatanan penulisan tesisnya yang rupanya banyak mendapat catatan saat reviewer. Hmm…

Hahaa…terbersit statement RTFM* yang lebih aku tujukan pada diriku ketika di awal penyusunan tesis aku melupakan komitmen “kerjakan dengan benar sejak awal”, yang alhasil membuatku mengedit ulang redaksional dan selingkung seperti yang semestinya ada di buku pedoman penulisan tesis.
*untunglah punya pembimbing online SLJJ yang suka rela ngomel kadang dengan skeptis memandu aku untuk menggunakan words dengan benar, hehee…mahap yah ikut bikin kepanikan bertambah.

Aku memilih mengerjakannya sendiri. Ya itu pilihan. Di saat orang lain merogoh kocek lebih, aku menyisihkan waktu tidur lebih sedikit demi keyakinan dan pemenuhan ideal diri akan tugas akhirku ini.

Perasaan meledak-ledak lonjak lonjaknya hampir serupa dengan ketika menanti saat penerbangan pertama menuju kekasih atau menunggu kedatangannya (yang seringnya terancam batal, makanya bkin mules-mules gemana gitu…) atau ketika packing persiapan muncak-muncak. Weewww…sensasinya uhuuyyy dah…

Aku menikmatinya. Sebuah pengisian diri akan pencapaian yang dipasang di depan jidat untuk dikerjakan dengan segala konsekuensinya. Dan aku tak sabar menanti puncak dari segala perjuangan ini yang sebentar lagi tiba. Tentunya ingin aku nikmati sedalam-dalamnya aku bisa menghirup sensasinya bahwa ini adalah penghargaanku atas jerih payahku pada diriku sendiri.

Hahaa…dan akhirnya, mungkin, aku memang sang perfectionist karena aku menikmati setiap ketegangan yang tercipta dari sasaranku. Menciptakan adrenalin dan memicu endorphine-ku untuk berproduksi tinggi, kontras dengan situasi di tengah komitmenku untuk memberikan waktu luang yang lebih untuk diriku sendiri menikmati santainya hari-hari. *setelah ini…

Jadi…target pencapaian berikutnya?

Hmm… “kita mulai dari nol lagi yaaaa…”
*lirik celengan yang hampir minus __santaiiiii…kaya di pantai…pantai deket rumah biar nda bayar ongkos-ongkos… :p

2 comments on “Perfectionist #Am I?!

  1. prih
    August 3, 2013

    Selamat atas pencapaiannya mBok Ida. Menuju blog inspiratif ini melalui kunci edelweiss merbabu. Salam kenal

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 28, 2013 by in Analogi Aku Yang Lain, Other Side.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

July 2013
M T W T F S S
« Jun   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Analogi Kliks

  • 33,156 Analogiers
%d bloggers like this: