an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Bercermin pada Penambang Belerang Ijen

Sebuah wujud kerja keras nyata secara fisik dan mental, adalah kesan yang aku dapat pagi itu ketika matahari belum beranjak dari peraduannya aku sudah menyaksikan bagaimana para penambang belerang di kawasan Kawah Ijen bekerja.

IMG_3546Mengikuti mereka sepanjang pagi itu dari gerbang pendakian hingga sampai sejam kemudian di pondok timbang yang berjarak 2 km, menyimak cerita keseharian mereka. Semua berusia hampir paruh baya, sangat jarang aku melihat wajah-wajah muda di sana. Sepertinya pilihan ini hanya dijalankan oleh mereka yang secara turun temurun dan mereka yang tak tergoda oleh dorongan bekerja serabutan di kota. Gurat-gurat kerja fisik dan sengatan matahari kentara di setiap wajah para bapak-bapak penambang ini. Dengan ramah menyapa aku dan kawanku yang mengikuti mereka menanjaki jalur pagi ini. Sesekali mereka bertutur dan menjadi pemandu bagi beberapa pelancong, dan ternyata sesekali aku mendengar mereka berbicara dalam bahasa asing.

Pagi masih muda ketika aku tiba di pondok timbang yang telah ramai oleh aktivitas pengangkutan belerang dan berjejer kuning terang belerang-belerang murni dalam keranjang para penambang. Kabut masih menemani ketika lalu lalang pengunjung mulai berdatangan dan ternyata sudah ada yang kembali dari kawah pagi itu. Wah…memang sih semalam saat aku terbangun jam 3 pagi, lampu-lampu senter sempat aku lihat melintasi lapangan di pos pendaftaran tempat kami menginap. Kata orang-orang mereka mengejar penampakan si Api Biru Ijen yang terkenal itu. Sayang kami terlalu malas untuk berkutat dengan dingin pagi itu dan memilih mlungker dalam sliping bag beberapa menit lagi.

Hari itu Pos Pendakian Ijen sejujurnya sedang menutup kegiatan kunjungan ke kawah karena terindikasi kawah Ijen meningkat aktivitas vulkaniknya sehingga pos pendaftaran dan pondok wisata yang bisa digunakan untuk menginap pun tutup. Terkecuali warung penduduk yang ada di kawasan tetap beraktivitas seperti biasa dan berdasarkan informasi pemilik warung penambang tetap melakukan aktivitasnya minggu ini. Jadi…hehee, jangan tiru kelakuan kami ya… akhirnya keesokan harinya setelah melihat cuaca malam tadi berbintang dan cerah, pagi-pagi kami pun menjejakkan kaki di jalur pendakian.

Segar… otak dan paru-paru terasa tercuci bersih. Ditemani suara burung-burung dan ayam hutan menantikan langit timur yang mulai memerah.

Kawah Ijen berasap tebal pagi itu dan kabut tipis menutupi kawasan perdu dan punggungan gunung-gunung di sekitarnya. Penambang mulai menuruni kawah dan kami memilih sampai di igir untuk menyaksikan atraksi yang disuguhkan alam Ijen.

IMG_3431Di kejauhan di dasar kawah tepat pada kepulan sumber asap kawah Ijen para penambang menambang mineral berwarna kuning bersih dari dasar bumi. Tak memperdulikan bahaya dan resiko kesehatan yang mungkin mereka hadapi. Demi penghargaan atas isi perut bumi bernama Sulfur (S) ini yang ditukar dengan nilai Rp. 780,-/kg. Fantastis bukan?

Sekali angkut para penambang mampu mengangkat kisaran 70-100kg belerang dari dasar kawah hingga pondok timbang, dan dalam sehari mereka hanya mampu maksimal mengangkut dua kali pergi pulang dalam jarak tempuh 2 km di medan menanjak dan turunan tajan dengan catatan kondisi fisik yang prima. Jadi, belerang yang merupakan salah satu komoditi bahan dasar industri kosmetik yang dijual sangat mahal pada konsumen akhir, membutuhkan perasan keringat para penambang belerang sedemikian rupa.

Belerang-belerang ini akan diangkut kembali dengan memanggulnya di pundak dan estafet berselang beberapa meter dari kawah menuju pos timbang dan akhirnya ke pos penampungan akhir dengan langkah satu-satu dan hati-hati, suara pemanggul keranjang bambu yang seirama langkah, membuat hati tersentuh, sedemikian rupa mereka bekerja keras secara fisik dan mempertaruhkan nyawa yang sangat mereka sadari, membuat aku begitu bersyukurnya atas semua yang pernah aku alami sepanjang perjalanan.

Kawasan Ijen merupakan sebuah potensi wisata alam yang masih sangat mungkin dikembangkan dengan catatan manajemen yang baik. Pengelolaan sarana dan prasarana, himbauan dan edukasi pada pengunjung tentang pentingnya ekosistem kawah Ijen, menjaga kebersihannya, serta bagaimana kawasan Ijen memberikan kontribusi yang positif bagi daerah dan tentunya pada alam. Sayangnya, bila sebuah kawasan sudah dibuka untuk umum, utamanya di indonesia, seperti yang dikeluhkan para penambang “wisatawan asing selalu membawa sampah mereka di tas, tapi kalau orang sini, ya sembarangan begini mbak…padahal kami sudah sediakan tempat sampah di jalur”. Hahaa…demikianlah masyarakat kita, sebagian besar tidak mau sadar, KOPLAK!!!

Transportasi menuju Ijen dari Banyuwangi masih tergolong sulit, kecuali bila charter dari Banyuwangi melalui jalan yang sudah bagus hingga pos pendaftaran di Paltuding. Kendaraan yang memungkinkan adalah nebeng truk belerang dari pos mereka di Jambu atau Desa Licin yang berangkat menuju kawah hanya 2 kali sehari sampai pukul 13.00 siang, demikian juga sebaliknya dari kawah Ijen menuju kota juga dapat menumpang truk belerang.

Jika akan berkunjung ke Ijen, siapkan perlengkapan bermalam karena udara seperti layaknya ketinggian 2.000 mdpl, kecuali bisa menginap di dapur Bu Im di sekitar pos atau menginap di pondok wisata dengan harga per malam sekitar Rp. 60.000,-. Ada juga sebuah pondokan terbuka yang menampung sekitar 10 orang  tentunya dengan membawa perlengkapan menginap; alas tidur, sleeping bag, dan kawan-kawannya karena angin malam akan leluasa memasuki pondokan yang terbuka.

Sekali lagi, para penambang Ijen menunjukkan aku arti sebuah kerja keras yang dilakukan dengan sepenuh hati. Kerja keras tetap dengan menyunggingkan senyum dan sapaan ramah di wajah mereka, wujud syukur atas anugerah alam pada hidup mereka meski melalui medan keras.

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 17, 2013 by in Analogi Gunung, Jawa, Kawah Ijen.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

April 2013
M T W T F S S
« Mar   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Analogi Kliks

  • 33,121 Analogiers
%d bloggers like this: