an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

pil pahit, yang menyehatkan

Adakah analogi lain untuk menyebutkan istilah “komplain”?

Ya, standar yang biasa dianalogikan dengan komplain itu adalah sebuah masukan, kritik, umpan balik untuk perbaikan, dan wujud kepedulian seseorang terhadap kita. Percaya atau tidak, salah satu ciri-ciri orang yang peduli kepada kita adalah mereka akan mengkritik kita.

Hari ini aku merasa ada satu hal yang tak dapat aku selesaikan dengan baik sehingga munculah ekspresi kekecewaan dari nasabah yang aku layani. Kejadiannya berawal beberapa waktu yang lalu. Mungkin yang dikomplainkan bukanlah aku pribadi, namun tetap saja aku sebagai representasi dari organisasi tempat aku bernaung, tetap saja perasaan tak enak menggelayuti pikiranku sepanjang hari meskipun permasalahannya telah dapat aku rampungkan.

Demikianlah, sudah menjadi tugas dan tanggung jawabku untuk menangani setiap keluhan nasabah sebagai seorang Customer Service. Menjadi begitu besar setiap keluhan yang disampaikan oleh nasabah mengingat aku mewakili sebuah bank ternama di negeri ini. Pencitraan yang baik haruslah senantiasa aku tunjukkan bagi siapa saja yang bermitra dengan kami maupun orang-orang yang masih menjadi calon dari mitra bisnis kami. Apalagi kepercayaan adalah dasar dari bisnis kami, sehingga sangat penting menjadi terpercaya di setiap saat.

Ketika keadaan tidak bersahabat, seharian dikeluhkan oleh nasabah, menemui kebutuhan nasabah yang yak bisa aku berikan solusi instan, keadaan sekitar tak mendukung untuk melakukan sesuatu, menjadi penempa ketahanan mental. Pada awalnya merasa terpaksa melakukan sesuatu yang sepertinya tidak makes sense, bersandiwara dan berperan menjadi seseorang yang lain yang selalu dituntut untuk tersenyum dan ramah sementara hati gondok.

Bagaimana memilih dan memberikan solusi terbaik dan alternatif lainnya bagi nasabah kami juga merupakan tuntutan di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat. Bersaing secara sehat dan elegan melalui pintu layanan dan bisnis merupakan senjata utama kami. Berkomunikasi yang baik dengan manusia merupakan keterampilan yang mutlak kami kuasai.

Pada jaman teknologi canggih dan semakin jarangnya sentuhan antar manusia ternyata membawa kejenuhan bagi banyak orang dan mereka berharap datang ke suatu tempat pelayanan merupakan solusi untuk memperoleh pemenuhan atas kebutuhan dasar kemanusiaan mereka, untuk didengar, diterima, dilayani dan dipentingkan.

Banyak pihak yang masih percaya bahwa sentuhan yang tepat pada seseorang dengan kepedulian, perhatian, kedekatan, dan empati masih merupakan nilai yang tak bisa ditawar untuk sebuah layanan. Dan beruntunglah aku menjadi bagian dari sebuah sistem layanan yang mewajibkan aku senantiasa berada di koridor yang benar dalam melayani kebutuhan seorang mitra kami, yang awalnya merupakan paksaan dan akhirnya keinginan dan kebiasaan untuk senantiasa menempatkan rasa dan empati pada setiap orang yang aku temui.

Menjadi terbiasa memberikan energi positif pada sekitar, semakin merasakan energi-energi itu kembali dalam bentuk-bentuk kebaikan, dan semakin menguatkan dan memperkaya diriku untuk menjadi lengkap dan tepat bagi sosokku. Tersenyum, bersyukur, berterima kasih pada segenap unsur dalam semesta yang begitu berbaik hati setiap hari membawakan aku pengalaman baru ketika bertemu dengan orang-orang baru yang mempercayakan penyelesaian permasalahan dan kebutuhan mereka pada kami.

Semoga, usaha kami dalam melayani orang-orang sekitar kami, membagi keramahan, menebarkan senyum dan senantiasa berusaha memberikan kebaikan bagi sekitar kami akan berbuah manis pada akhirnya.

Pada akhirnya membuatku tersenyum, ketika sekarang aku menyadari semua itu begitu unik untuk dilalui dan membentuk diriku sekarang ini yang aku rasakan begitu kaya dengan segenap waktu yang telah membentuk aku.

Maka, pil pahit pun memang perlu ditelan untuk menjadi lebih baik…🙂

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 5, 2012 by in Analogi Aku Yang Lain, BNI 46.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

December 2012
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Analogi Kliks

  • 33,170 Analogiers
%d bloggers like this: