an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Bersama Anak Alam Eps. Om Pije & Bang Undix 1N3B

Akhirnya kesampaian juga gabung dengan Anak Alam yang maennya ke kaldera Batur, hehee… #mahap pak passion saya ada di gunung#

Sore itu menjadi awal perjalanan bersama 3 orang bapak-bapak jempolan ini, Pak Pande Anak Alam, Om Pije Pangrango_Sabhawana dan Bang Undix dari Kompas.com. Om Pije dan Bang Undix ini dari Komunitas yang serupa dengan Anak Alam yaitu 1N3B; 1 Nusa, 1 Bangsa, 1 Bahasa dan 1 Bumi yang juga memiliki kegiatan bersama anak-anak pedalaman seperti di Bengkulu, Mentawai, dan banyak lagi.

Project terakhir dari 1N3B adalah mengenalkan sains melalui metode bermain bagi anak-anak. Selain Om Pije yang tengah malam ini baru mendarat di Ngurah Rai bersama 2 kerdus besar yang berisikan puluhan buku untuk anak-anak dan warga, sebelumnya Bang Undix telah mengirim perlengkapan bermain untuk anak-anak yaitu Roket Air.

Bertepatan dengan perayaan Hari Saraswati di Bali, yaitu peringatan hari suci turunnya ilmu pengetahuan, kami datang ke sekolah di atas kaldera timur laut Batur, yaitu desa Belandingan. Jalan yang agak sulit di beberapa tempat, terpaksa membuat kami meniggalkan kendaraan roda 4 di gerbang desa. Antusiasme anak-anak melihat kedatangan kami menjadi pembuka yang menyenangkan hari itu. Anak-anak dengan antusias membantu membongkar bawaan dan membawanya bersama-sama ke sekolah yang lumayan berjarak.

Roket Air show pun dimulai setelah bincang-bincang singkat kami bersama beberapa orang guru yang dipandu Bli Pande yang tentunya sudah terkenal di sini, haha… Terutama di kalangan anak-anak, yang hari itu hanya dengan menyebut nama “Bli Putu Pande” mampu membuat  anak-anak yang sudah bubar sekolah kembali berduyun datang ke sekolah.

Bang Undix sibuk mempersiapkan peluncuran perdana roket air rancangannya yang menimbulkan penasaran pada anak-anak ini. Metodenya belajar sambil bermainnya dengan mengajak anak-anak menghitung mundur dalam bahasa Indonesia, Bali ataupun Inggris hingga roket meluncur dan mencipratkan air ke sekitarnya pada hitungan terakhir.

Hahaa…cukup menyenangkan dan anak-anak tak mau berhenti hingga roket tak berfungsi karena beberapa komponennya telah aus. Terenyuh melihat keriangan anak-anak ini, apalagi ketika mereka kami berikan beberapa buku dan majalah bergambar, dengan semangat mereka berkerumun pada 1 buku yang sedang dibaca anak lainnya.

Siang itu kami tutup dengan perasaan penuh membuncah di dada bersama cerianya anak-anak. Kembali  sejenak ke Songan untuk istirahat dan bapak-bapak ini ingin berendam air panas di kolam pinggir danau, wakakakaa… Sekalian yaaa…kerja sosial bukan berarti harus menderita, mumpung ada kesempatan dan waktu, mari kita santai sejenak.

Sore hari setelah memutuskan kami bertiga, aku, Om Pije dan Bang Undix akan berjalan kaki ke dusun selanjutnya, Alengkong. Dusun ini berada di tenggara kaldera batur, dapat ditempuh dengan sepeda motor atau kendaraan roda 4 yang layak mengingat jalanan sempit dan sangat curam, dianjurkan hanya sopir dan kendaraan yang prima saja yang bisa mencapainya. Sekalian mau pemanasan untuk yang mau ke Tibet bulan depan katanya, hehee… Maka kami bertiga menyusuri jalanan desa Songan diiringi bisik-bisik anak-anak mengatai kami turis dari Jepang dan Bule, jiaaahhh… Korea gosong, Jepang KW dan Bule Afgan mungkin yaaa…

Trekking di kecuraman 60-70 derajat membuat dengkul gemetar dan jantung marathon, hoossshhh…eehhh malah disalip ibu-ibu dengan bawaan di atas kepalanya dan beberapa tentengan dengan entengnya mendahului kami, wakakaa…sebuah cerita.

Sore sedikit terlambat kami sambut, malam turun bersama kabut Kintamani yang terkenal itu. Berada di atas Cubang; bak penampungan air warga dusun Alengkong yang berada di tempat tertinggi di sini menjadi ramai seketika oleh anak-anak dan orang tua ketika kami tiba. Hingga larut anak-anak ini tak juga kunjung mau kembali ke dusun, sementara kami mulai menggigil dan membatalkan niat nge-camp di atas sini. Tenda kami tinggalkan dan jadilah malam itu bemalam di rumah bapak Kadus ditemani beberapa anak-anak yang masih setia mengikuti kami.

Om Pije dalam sleepingbag kepompong di lantai. Aku dengan sleepingbag Bang Undix di atas kursi. Bli Pande entah di ruang yang mana. Bang Undix dengan thermal blanket-nya. Melalui malam dingin yang menusuk belulang ketika ayam berkokok pada jam 3 pagi, membidik bintang atau memilih makin merapatkan sedekap tangan di dada.

Pagi tiba dan layaknya anak-anak pergi ke sekolah. Berlarian meneriakkan kegembiraan menuju Cubang atas bukit. Orang tua berbondong mengantarkan anak-anak kepada kami. Tempat terbaik menyambut sang fajar kali ini. Kabut perlahan tersingkap, mentari bulat malu-malu menyembul di ufuk timur, berlatar Rinjani, Agung, Abang, Batur…ah lengkap…aku cinta gunung dan ketinggian ini. #maaf Bapak Anak Alam, kami bertiga pencinta gunung, bukan pantai sepertimu#

Roket air kembali beraksi dan kali ini tak hanya anak-anak, yang dewasa tak kalah antusias hingga akhirnya siang memaksa kami memilih berteduh menghindari terik yang mulai menyengat.

Ah, Alengkong…menawarkan keramahan yang berbeda. Anak-anak yang polos, orang tua yang ramah, dusun ini semakin membuatku, bahkan Om Pije tak jua mau beranjak meninggalkan kampung ini.

Kami akan datang lagi, dengan membawa manfaat yang lain untuk kalian, anak-anak…

Terima kasih semesta, atas orang-orang terbaik yang kau bawa pada hariku dengan cara yang unik… Terima kasih bapak-bapak hebat, Om Pije, Bang Undix, Bli Pande…keep a good work yaaa…

2 comments on “Bersama Anak Alam Eps. Om Pije & Bang Undix 1N3B

  1. zachri
    July 31, 2012

    suka nulis juga toh, salam kenal..🙂

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 23, 2012 by in Analogi Aku Yang Lain, Analogi Plesiran, Other Side and tagged , , , , , .
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

June 2012
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Analogi Kliks

  • 33,156 Analogiers
%d bloggers like this: