an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

then, you don’t know me well

Bagi sebagian orang aku memang sosok yang terlampau sering “keluar jalur”.

Perempuan, lahir di Gria (nda bisa ditawar untuk nda dipake, namun kadang ada manfaatnya juga, hehee…) yang seharusnya berperilaku manis, seorang bankir, dan banyak lagi hal yang bagi sebagian orang tak sejalan dengan profilku ini. Aku pendaki, dan sudah barang tentu banyak rentetan kegiatan lain di belakangnya yang tak jarang membuat orang-orang mempertanyakan untuk apa semua itu aku lakukan.

Ya, beberapa kali rerainan; hari keagamaan; bukannya di rumah aku malah memilih cara lain untuk melewatinya. Nyepi di gunung di luar pulau, Galungan mungkin aku sedang travelling di seberang lautan, Saraswati sepertinya aku sedang ada di balik bukit bersama anak-anak.

Haahhh…Ibu, setulusnya aku mohon pengertianmu, maafkan anak gadismu yang sepertinya masih saja tak lelah mencari jati diri dan terus terus terus menemukan hal baru yang di luar perkiraan orang-orang rumah. Hahaa…engkau tahu bagaimana gembiranya aku ketika tiba saatnya berjumpa Ibu dengan segudang ceritaku yang baru.

Bukan aku tak mau membantumu mebanten, aku punya sudut pemikiran yang berbeda, dan Ibu mengerti itu. Ada hal yang tak bisa aku temui untuk kedua kalinya, dan aku akan memilih untuk melakukannya jika bagiku dengan berbagai pertimbangan masih dalam batas ada penjelasan logic-nya. Dan, sungguh aku bukan anak yang tak berbakti, engkau tahu betul itu, Ibu…

Ibu, memang sosok yang paling tegar melepas anak ringkihnya untuk bisa bermain di luar sana, mengajarkan aku bagaimana menjadi kuat dalam setiap keadaan karena aku tahu rengkuhan cinta ibu selalu ada melindungiku kapan dan di manapun aku. Meski kita tak pernah bicara hati ke hati, namun engkau selalu tahu apa yang aku rasakan, dan dengan begitu tulus Ibu memberiku segala yang aku butuhkan untuk mewujudkan impianku. Bertualang, mencintai bintang dan cemara, menyayangi anak-anak di luar sana dan menganggap mereka anakmu juga.

Ya, bagi Ibu aku tetap anak gadisnya yang berbakti. Jangan kira aku tak memiliki kompetensi untuk itu. Terima kasih Ibu dan Ajik selalu membanggakan aku di manapun kalian berada, berani memberikan garansi bahwa aku pantas dan tak kalah cakap dengan mereka yang selalu patuh setiap saat; yang nda pernah ngelayap ke mana-mana sesuka hati; meski terkadang aku memang kebangetan jika sudah memutuskan untuk memilih dan menjalankan sesuatu (ah anakmu ini kadang memang keras kepala, heheee…)

Aku juga bukan kakak yang tak tahu diri, meskipun aku dan adik juga kadang  kompak menjadi partner in crime dalam beberapa hal dan membuat keluarga lain geleng-geleng kepala bahkan ada yang dengan nada prihatin mendatangi orang tua kami untuk bersimpati atas tingkah polah anak-anaknya (sementara orang tua kami pasti menerimanya dengan senang hati dan suatu waktu akan menceritakannya pada kami, hahaa…meski kami jarang bersama, jangan tanyakan sedekat apa kami berempat, plus anjing kecilku si Odim, hehee…, hey…thanks for your kind attention anyway)🙂

Peluk cium untuk Ibu yang pasti mau mendengarkan segala ceritaku yang tak ada putus tentang pengalamanku di luar sana dan selalu penuh dukungan, meski…aku mengerti dan tahu kadang Ibu begitu khawatir padaku, namun…Ibu dan Ajik adalah contoh partner sempurna bagiku, kalian selalu bisa berbagi dan dengan bijak saling memberi pengertian akan tingkah polah anak gadismu ini🙂

So, don’t judge the book by it’s cover , aku melakukan semua ini dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran, orang tuaku memberikan keleluasaan padaku bukan berarti aku boleh kebablasan, ku lakukan banyak hal bukan hanya uji nyali dan untuk cari sensasi, brada

You have to know me well, and I don’t need you to understand… 

this is me, I Am… seseorang yang ingin menjadi bahagia tanpa harus memaksakan diri menjadi sempurna, berusaha menjadi baik dan menjadikan segala hal yang aku lakukan baik untuk sekitarku, aku bisa menjadi manfaat…itu yang terpenting, sederhana…itu istimewa…🙂

keluarga adalah pemantik semangat dan api unggun

2 comments on “then, you don’t know me well

  1. Papang
    June 15, 2012

    Seorang “putri” yg sedang mencoba utk bersahabat dgn alam (bukan menaklukkan alam)..mungkin langit sedang mengajarinya menjadi “ratu” yg bijak.

    • inten_arsriani
      June 22, 2012

      trima kasih analoginya masku, menyukai dan mengamininya🙂

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 14, 2012 by in Analogi Aku Yang Lain, Other Side and tagged .
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

June 2012
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Analogi Kliks

  • 33,121 Analogiers
%d bloggers like this: