an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Manado, on Duty ++

Beta su sampai Manado, Jo!

Hahaa…demikian kira-kira aku berkata setelah beberapa waktu lalu mendapat kesempatan berkencan dengan Celebes di bagian utara, ah…akhirnya aku sampai juga di pulau “huruf K” ini.

Setiap pagi aku dan rekanku selalu berucap “terima kasih Tuhan, melalui BNI Engkau kirimkan kasih dan kelimpahanmu”, hahaaa…semata sebagai rasa syukur yang mendalam atas pengalaman bisa menjalankan tugas (++) di Manado dengan segala hal yang nyaman dan kami cukup hanya perlu menjalankan tugas dengan baik.

Aku dan rekanku Sandra, hampir seminggu di sini, tepatnya di kota Manado untuk menjalankan tugas kantor, meski aku akui menguras tenaga dan terlebih pikiran karena setiap hari kami begadang untuk menyelesaikan rekap hasil kunjungan kami. Diselingi beberapa kali kami sempatkan berkunjung ke tempat menarik di Manado dan sekitarnya hingga luar kota seperti kawasan Tomohon, dan Tondano, hahaa…mumpung Beta di sini, Jo…

Kota Tinutuan

Makanan khas Manado sangatlah beragam, yang paling terkenal adalah bubur Manado yang disebut Tinutuan, sebenarnya tidak murni terbuat dari beras, bubur ini lebih pada campuran labu dan sayur-sayuran yang bertemankan ikan NIKE dan sambal ikan Roa khas perairan Sulawesi yang aku akui rasanya memang mantab. Untuk kawasan Minahasa, makanan khas masyarakatnya adalah Ragey, namun maaf ini tidak bisa dikonsumsi oleh sebagian orang karena berbahan dasar daging babi, dan masih banyak lagi makanan aneh seperti Paniki yang merupakan makanan olahan daging kelelawar, hahahaaa…datanglah ke pasar Tomohon.

Bagi yang suka manis, jangan khawatir, tanah ini menghasilkan kacang kenari dan bisa kita nikmati kapan saja, apalagi suguhan Klappertaart yang aku suka, berbahan dasar kelapa muda, susu dan entah apa, yang pasti kue ini bikin ketagihan.

Tanah Salib

Kesan pertama yang terlintas di benakku kota ini adalah tanah salib dan kota gereja, ya mengingat mayoritas masyarakatnya adalah mayoritas Nasrani, sepanjang sudut kota aku melihat banyak sekali gereja dan berarsitektur unik. Ketika menempuh perjalanan menuju kota Tomohon dan Tondano, sepanjang jalan pernak-pernik Paskah yang baru saja selesai dirayakan masih terpasang dengan apik.

Manado, Kota Pariwisata Dunia (?)

Nah, mungkin ini dia, terbiasa tinggal di Bali dan merasakan nyamannya kota wisata seperti Jogja, Malang, Solo, dan sekitarnya dengan akses dan akomodasi yang memadai serta penataan ikon pariwisata yang digarap dengan apik, Manado membuatku sedikit kecewa. Padahal, hasil survey dengan mbah’gugel memberiku banyak tempat menarik yang bisa aku kunjungi.

Sayangnya, terkendala oleh masalah akomodasi dan informasi yang minim bahkan oleh pihak hotel bintang 5 sekalipun tetap menyarankan ikut rombongan tur saja. Contohnya untuk ke Bunaken (ugh, begitu dekat dan aku tak sampai di sana), informasi akomodasi menuju Bunaken tidak banyak, hanya dengan menggunakan perahu sewa yang bertarif tinggi untuk ukuran pejalan sendiri sepertiku. Public boat yang menuju Bunaken juga tak terdengar kabarnya, padahal aku yakin pasti ada.

Yang aku tahu tujuan pertamaku pagi ini adalah makam pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol yang tak jauh dari kota Manado. Hmm…menyepi sejenak di tempat beliau diasingkan dan sering melakukan ibadah di atas sebuah sungai yang teduh dan berair jernih, sebelum akhirnya kembali berkendara ke Tondano.

Tapi tak mengapa, aku puas dapat bercengkerama dengan alam Minahasa, yang bermaskotkan burung MANGUNI, the owl city. Menyimpan banyak ragam kekayaan alam yang begitu melimpah, rempah-rempah, palawija, sumber air panas yang yakin jika ini di Bali sudah menjadi ladang eksploitasi wisata. Tanah ini HIDUP!

Jika ingin melihat dan belajar sejarah masyarakat Minahasa, datang saja ke Institut Seni Budaya Sulawesi Utara yang berada di kawasan cagar budaya Pinawetengan Kawangkoan, Tondano, kurang lebih 1,5 jam berkendara ke arah barat Manado. Berdiri sebuah museum dan yang aku sebut konservasi budaya yang didirikan oleh seorang pejabat BNN , untuk melestarikan budaya Minahasa, dan institut ini sedang gemar mengoleksi rekor MURI maupun World Record seperti yang sudah mereka raih dengan Kolintang raksasa dan masih banyak koleksi lainnya.

Dan, ini adalah tempat paling informatif yang aku temui selama di Manado. Kita akan diantar berkeliling rumah-rumah adat yang merupakan galeri hingga di akhir sesi bisa bertemu dengan para penenun kain Pinawetengan yang lengkap dengan proses pengerjaannya. Hmm…salut pak Benny J. Mamoto dengan Institut Seni Budaya Pinawetengan-nya

Begitu polosnya mereka tak melihat kekayaan dirinya sendiri dan atau pemerintah Manado yang entah tak menyadari potensi ini atau memang malas menggarapnya sehingga jargon Manado, Kota Pariwisata Dunia dimentahkan sendiri oleh masyarakatnya.

Gunung Lokon, Gunung Klabat, kawasan pegunungan dan kota bunga Tomohon hingga danau Tondano, adalah penghiburku sebelum meninggalkan kota ini hingga aku sampai di puncak Bukit Kasih yang meskipun ini adalah salah satu tempat wisata buatan sebagai usaha pemerintah setempat untuk menarik wisatawan, aku cukup puas dengan perjalanan ini. Walaupun kembali bahwa pengelolaan dan penataan kawasan wisata di daerah ini masih sangat minim dan jauh dari pencapaian jargon yang disepakati.

Kitorang Samua Basudara, kita semua bersaudara, pesan damai tanah Minahasa sebagai akhir kata menutup ceritaku di Manado, masyarakatnya yang cukup ramah dan senang bisa menjadi bagian dari perjalanan ini, menambah kawan dan wawasan bagiku, memberiku bekal untuk kembali pulang dan siap menjalankan tugas berikutnya yang pasti akan aku jadikan ++ (baca: plus plus), heheheee…

Thanks BNI…

*album*

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 25, 2012 by in Analogi Plesiran.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

April 2012
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Analogi Kliks

  • 33,121 Analogiers
%d bloggers like this: