an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

change, the art of mind

Kembali, melalui akhir pekan dengan berjuta pengalaman dan makna. Begitu bersyukur atas segala kesempatan yang aku bisa jalani dan alami. Hari ini adalah hari sabahat, penuh nilai, makna kasih sayang dan mendapati persoalan materi manajemen tak cuma soal tutorial di kelas, tapi ternyata tentang hidup dan kehidupan, teori-teori itu rupanya juga berlaku.

Life is about the art and the science, memetik satu kalimat ini dan masih banyak lagi, padalah bahasannya hari ini adalah tentang corporate, tapi isi kepalaku tetap saja mengkorelasikannya tentang kejadian sehari-hari dalam kehidupan di luar korporasi, itu mengapa aku menyimpulkan segala macam teori menejemen sebenarnya berlaku di semua lini dan bagian kehidupan manusia.

Sebenarnya nilai hari ini dimulai ketika tadi pagi aku dan seorang sahabat bersama suami dan baby mungilnya menuju acara kawan lama nun jauh 3 jam perjalanan dari Denpasar, percakapan sepanjang perjalanan rupanya bukan sekedar sharring, hehee…makasi ya Koko…(sesi gratis dari seorang hypnotherapist). Memunculkan Si Unordinary untuk aku ajak “bicara”. Mengubah sudut pandang dan mencoba menjadikannya kesepakatan dalam diriku sendiri, dan surprise…aku dengan mudah menerimanya, hahaaa…tanpa beban dan tanpa perlu waktu lama untuk menemukan banyak lagi hal positif dari percakapan tadi.

Apalagi ketika Koko membahas tentang “pikiran bisa menjadi apa saja, bagaimana pikiran bisa melakukan segalanya atas kejadian di sekitar kita dengan begitu cepat, tapi ingat…pikiran tetap tak bisa multitasking, pikiran dengan kemampuannya telah mengkamuflase keberadaannya dengan membuat orang terkagum-kagum karena dianggap mampu mengerjakan banyak hal dalam sekali waktu. Padahal, itu hanya soal kecepatan dan keteraturan sistem serta kemampuan pikiran untuk menciptakan perubahan dalam waktu singkat, sehingga terlihat bersamaan”, the art of mind.

Untuk itu berhati-hatilah dengan pikiran, karena begitu cepatnya dia merespon aksi yang kita berikan, secara tidak sadar terkadang kita menciptakan banyak hal dan keputusan tanpa pertimbangan yang matang dan bahkan dengan aksi yang terus-menerus pada pikiran tentang suatu hal mampu membuat pikiran mengarahkan kita untuk mewujudkannya. Perubahan itu lebih pada stimulasi pada pikiran kita dan bagaimana akhirnya motorik meresponnya untuk melakukan tindakan atas apa yang pikiran perintah.

Penting untuk menuangkan pandangan kita akan sesuatu, terlebih rencana dan rancangan jalur yang akan kita lalui di depan, hal ini membantu alam bawah sadar dan pikiran kita untuk memberikan aksi pada diri dan semesta akan apa yang kita inginkan. Mensugesti dan menstimulasi diri sendiri untuk memaksimalkan kemampuan baik pikiran dan tindakan, untuk menjadikan diri lebih bernilai setidaknya bagi kehidupan kita dan perlahan akan berpengaruh pada sekitar kita. Hmm…mari, berteman dengan Si Unordinary, saling membantu untuk menjadi lebih baik, sepakaaaatttt….!

Dan, “kita sepakat untuk tidak sepakat”, satu lagi pernyataan yang menarik bagiku hari ini. Ada kalanya hal ini sebenarnya adalah pemicu dan pendorong kita untuk menjadi lebih baik, mendorong kita memaksimalkan potensi dan semangat untuk mencapai perbaikan dalam diri. Dalam perubahan yang banyak dibicarakan hari ini, ada hal-hal yang tak mesti dibuat sepakat, karena perubahan itu sesuatu yang misterius, perubahan tak mesti ditunjukkan oleh sesuatu yang baik pada awalnya, karena melakukan perubahan yang sebaiknya adalah perubahan secara esensi atau nilai, harus disadari sulit dilakukan dan memerlukan waktu, maka bersabar adalah kuncinya.

Ketika kita sadari bahwa waktu yang kita miliki untuk  menjadi seorang “change maker” begitu singkat, maka hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan perubahan pada ranah artifact, sehingga paling tidak perubahan itu dapat terlihat, karena manusia cenderung menilai perubahan itu nyata dan berhasil adalah dari penampakan fisiknya. Padahal, kembali ke esensi perubahan seharusnya mampu mencapai dimensi asumsi dasar dan ranah budaya bila dengan teguh dilakukan secara konsisten dan bersabar dengan waktu.

It’s the matter of time, dan hidup tidak untuk mengklarifikasi, tidak perlu memusingkan diri dengan melakukan konfirmasi atas semua hal yang terjadi dalam kenyataan, yang pastinya memunculkan ketidaksepakatan di mana-mana, seperti pernah aku kutipkan juga, “sometimes, it’s better letting something unexplained”. Ketidaksepakatan ataupun perbedaan dalam perjalanan adalah WAJAR!!!

(jika saja ketidaksepakatan dan ketidakseragaman ini dapat dipahami dengan baik, sebagai bagian dari perubahan menuju perbaikan, warna-warni, niscaya tak akan ada konflik di antara kita).

Dan ketika memasuki ranah nilai, apalagi keyakinan dan asumsi dasar, percayalah itu memang sulit untuk dijamah. Itu mengapa dalam organisasi, diperlukan toleransi-toleransi yang kadang diterapkan sejalan dengan pelaksanaan budaya organisasi, karena setiap orang adalah unik. Bisa saja secara artifact ataupun perilaku seseorang berubah sesuai seperti yang kita harapkan, tapi jangan begitu saja percaya, berangkat dari kehati-hatian adalah wajib, karena ketika kita tiba pada keyakinan dan nilai apalagi keinginan untuk menyentuh asumsi dasar seseorang, kita harus siap menghadapi bahwa itu suatu upaya yang sulit.

Tapi bukan tidak mungkin, kecuali, jika ternyata perubahan itu memang muncul dan diinginkan oleh seseorang yang ingin melakukan perubahan, baik menuju arah lebih baik untuk dirinya atau untuk kepentingan orang lain. Kembali, it’s all about the time, harus bersedia bersabar…

Kombinasi antara ilmu pengetahuan dan seni, setiap orang memiliki kedua sisi tersebut dalam setiap langkah dan keputusannya, antara logika dan hati.

Ah, menyenangkan menemukan diri bisa menerima begitu banyak masukan, tambahan pengetahuan, dan semakin merasa masih begitu banyak hal di luar sana untuk dijelajah dan ditemukan serta diserap. Berbagai kesempatan dan mungkin “garis” tak kasat yang aku temui; meski jujur; mulai meyakini bahwa tak baik menyebut “Tuhan adalah sutradara atas hidup”, karena bila lebih jauh kita renungkan, Tuhan hanya andil sekali saja ketika menempatkan kita terlahir di mana, dan itu tak bisa diganggu gugat.

Harus lebih kita sadari, Tuhan selanjutnya hanya memantau, menemani dan membimbing kita dalam menempuh jalur mana yang kita inginkan, Tuhan tak menggariskan dengan tegas kita akan ke mana karena Tuhan sudah dengan begitu cerdas memberikan kita kemampuan untuk menggunakan nalar untuk menentukan jalan yang tepat untuk kita. You make your own destiny, begitu kira-kira, Sodara-sodara…

Mulai sekarang sedikit mengubah sudut pandang, Tuhan andil dalam hidupku dengan memberikan aku begitu banyak pilihan dan membiarkan aku sesekali terjerembab semata untuk memberi aku pelajaran lain, menunjukkan aku maksud-maksud atas kejadian dalam hidupku, selebihnya Tuhan akan dengan senyum mengiringi setiap langkah yang aku jejakkan. Tinggal bagaimana aku meyakini ini adalah jalan yang memang aku rasakan baik, nyaman untuk aku dan akan membuat aku bisa melakukan hal-hal yang lebih besar untuk membawa lingkunganku juga menjadi lebih baik dan menghasilkan sesuatu yang lebih besar.

Curhat yang panjang, hahaaa…di luar masih hujan dan kodok masih menemani. Memberi penyegaran pada hati dan senyum dengan segenap pengalaman yang sudah aku alami hari ini. Terima kasih tulusku untuk segenap cinta yang telah hadir hari ini atas hidupku, semesta yang telah bersedia menghembuskan nafas untuk aku dan menukarnya dengan kejernihan untuk pikiranku.

Sekali lagi, terima kasih untuk Semesta…dan Tuhan yang telah menjelma dalam diri kehidupan…

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 29, 2012 by in Analogi Plesiran.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Analogi Kliks

  • 33,121 Analogiers
%d bloggers like this: