an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Januari

I’d go back in time and change it, but I can’t

So if the chain is on your door, I understand…

#nevermind, b’coz it’s January already…#

Membiarkan udara segar beraroma tanah basah diterpa hujan sesiangan menyeruak melalui jendela itu, membuka tirai biar cahaya sore yang meredup menemani bilik yang hampir saja menjadi dingin karena tak lagi bisa kunyalakan api dari dalam sini.

Ah, Januari sudah, dan aku rasa cukup bagiku memadamkan hangatku karena semua lalu yang pernah terjadi, terlebih dengan segala pemaparan dan dialog yang sedikit-demi sedikit menjadi  makin sederhana dan mencair, membawa kenyamanan meski sedikit tetap sesak itu terasa. Memberiku kesempatan dan sekaligus peringatan, bahwa waktu tak bisa berputar kembali ke detik itu.

Aku tak berjanji untuk menjadikannya ini mudah, tapi aku mencoba menjadi ksatria yang mendewasakan diri dan memberikan kesempatan pada semesta untuk membantu aku pulih layaknya mereka bisa lakukan juga pada dirinya masing-masing. Time will healing…you just have to believe…

Desember, penuh rintik hujan, awan hitam, meneteskan duka meretas luka
namun seperti dijanjikan, akan tiba saatnya menorehkan pelangi di langit berteman mentari sore malu-malu membentuk senyuman dan harapan baru, mengantarkan sang waktu tiba kembali di Januari.

Seperti lirik lagu, “slalu ada yang bernyanyi dan berelegi di balik awan hitam” dan mencoba menjadi Seperti pelangi setia menunggu hujan reda”.

//Sampai nanti ketika hujan tak lagi
//Meneteskan duka meretas luka
//Sampai hujan memulihkan luka

#ERK – Desember#

Dan, mari bercumbu bersama Januari, harapan dia akan membawa semangat hidup yang lebih terang dan hangat, sedikit tidak menjauh dari tetesan air mata, perih luka terpuruk di sudut hati. Semoga Januari menjadi penuh arti dan berkelimpahan berkat dan cinta, bagi aku, kamu, mereka, semua makhluk di semesta ini.

Pertemanan kembali dijalin atas nama ketulusan, bukan karena pemenuhan atas nama euforia semata, semua terlalu berharga jika hanya dianggap sebagai penutup keinginan tertentu di balik niatan tulus yang pernah ada dan selalu akan demikian.

Januari, melangkahkan kaki kembali dengan dada terbusung, semakin bertumbuh, membuka hati untuk segenap titipan cinta melalui tangan-tangan tak kasat mata. Semua akan kembali menjadi indah seperti rasa ketika pertama aku menyatakan cinta.

Embun pagi, kicau burung, semilir angin…pinus, bebatuan, dan lumut-lumut…langit, bintang, bulan sabit…sambut tanganku untuk kembali ke haribaanmu, murnikan aku seperti pertama terlahir, karena aku tak akan pernah tahu apa yang mungkin akan terjadi. Kali ini telah dengan segenap tulisan di atas kertas putihku yang kau titipkan yang memperkaya aku untuk kembali berdiri, melangkah dan siap berlari…aku berserah padamu dalam setiap langkah yang aku buat…

Semesta, aku datang untuk melanjutkan takdirku…

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 1, 2012 by in Analogi Kau & Aku, Analogi Plesiran.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Analogi Kliks

  • 33,121 Analogiers
%d bloggers like this: