an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

talk less do more, live positively pemuda INDONESIA!

Teori, bisa saja setiap orang jagonya, berjargon talk less do more, semua juga bisa mengatakannya. Kenyataannya, saya pribadi pun ternyata sering kebanyakan “bicara” sehingga esensi dari yang ingin disampaikan terkaburkan oleh informasi dan perkataan yang tak penting yang keluar dari mulut yang tak terkontrol. Hal ini malah menjadi bumerang yang balik menyerang kita dengan respon-respon yang tak kita harapkan.

Banyak hal memicu hal itu terjadi. Pertama, ketika saya merasa grogi, tak percaya diri, atau malah terkadang merasa berlebihan entah itu tentang saya yang merasa tahu lebih banyak, entah karena saya merasa saya berpengalaman. Ego manusia terkadang memang memancing hal ini terjadi, saya menjadi tak terkontrol, dan saya mengakui hal ini sebagai kekurangan saya dan belakangan menyadari hal ini benar-benar tak baik. Kesadaran ini muncul ketika berhadapan dengan mereka yang mencoba menguji kita, berhadapan dengan orang yang sangat “kaya” namun tak menunjukkan hal itu, rupanya saya tak sebegitu istimewanya seperti yang saya bayangkan. Apapun itu hal yang berlebihan, tak akan pernah baik. Segala hal diciptakan dengan porsinya masing-masing, it’s fit and suits on it’s own way.

Memang kesadaran datangnya belakangan, harus melalui proses uji coba, proses pengumpulan informasi pengalaman serupa, dan tingkat pemahaman diri terhadap hal yang telah dilakukan apakah telah sesuai dengan pengkondisian diri sendiri dan kenyamanan lingkungan sekitar. Mencoba dan mengalami sesuatu hal secara langsung bagi saya adalah hal terbaik dalam proses belajar saya. Meskipun saya harus berada pada titik dan tempat yang paling tidak nyaman sekalipun, seperti merasa menyesal telah melakukan kesalahan, merasa malu karena tidak mampu menangani suatu tugas, gegabah dalam mengambil sikap sehingga keputusan yang dijalankan menjadi tidak sesuai harapan dan mungkin keluar dari jalur. Ini bisa membuat saya terpuruk berhari-hari dan merasa begitu lemah.

Namun jika kembali melihat proses yang telah saya lalui untuk pembelajaran ini, saya merasa telah diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik. Tetap mencoba berada di zona positif, menghargai setiap hal yang terjadi sebagai konsekuensi dari segala hal yang telah saya lakukan sebelumnya, mengerti bahwa tak setiap hal yang saya lakukan akan dapat diterima oleh orang di sekitar saya sebagai sesuatu yang baik. Karena kenyataannya hal-hal tertentu tak selalu bernilai positif untuk seseorang meski bagi orang yang lain hal itu adalah hal terbaik bagi mereka.

Mendapat kesempatan menjadi seorang customer service juga memberi saya begitu banyak hal baru, termasuk bagaimana menjadi pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain bahkan ketika mereka mengajukan keluhan dan tiba-tiba menjadi lebih “paham” akan hal yang kita jelaskan. Terlebih, menjadi petugas customer service harus bisa meletakkan ego pribadi jauh-jauh saat berhadapan dengan nasabah, belajar untuk tak menjadikan diri pusat pembicaraan dan perhatian namun lebih berempati mendengarkan keluhan dan pendapat orang lain, belajar menjadi penyimak yang baik guna memberikan solusi, pendapat, dan jawaban yang tepat, akurat, cerdas dan  terpenting mampu menyelesaikan keluhan dan kebutuhan yang nasabah miliki.

Begitulah cara saya mencoba belajar dan berjuang dan bersumbangsih pada negeri sebagai seorang pemuda Indonesia. Belajar bekerja lebih giat lebih dari sekedar bicara dan berpendapat tanpa menunjukkan kesungguhan dengan tindakan nyata, mencoba memiliki sudut pandang positif pada setiap hal yang saya alami dan hadapi. Entah dalam kehidupan pribadi maupun dalam dunia pengabdian saya bersama armada besar bank ternama di negeri ini, mencoba melayani negeri dan menjadi bagian dari orang-orang yang mewujudkan kebanggaan bangsa. Berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat dan negara ini melalui keikutsertaan melayani masyarakat dengan setulusnya hati.

Bagaimana dengan Anda?

Setiap pemuda Indonesia saya rasa memiliki kemampuan terbaiknya untuk menjadi tonggak-tonggak penopang kelangsungan NKRI ke depannya. Apapun profesi, asal muasal mereka, warna kulit, bahasa daerahnya, pemuda Indonesia adalah aset yang memiliki potensi terbesar dari sumber daya manusia yang dimiliki negara ini guna menentukan langkah dan laju perkembangan negeri ini. Pemuda sebaiknya menunjukkan kontribusi yang lebih nyata pada negeri, tak cukup hanya pada bicara teori dan pendapat yang tak pernah diwujudkan pelaksanaannya. Pemuda Indonesia sebaiknya selalu merasa optimis dalam hal apapun yang mereka lakukan guna meningkatkan kualitas diri mereka, entah melalui tugas dan pekerjaan mereka, dalam berwirausaha, menjalankan hobi, dalam mempelajari kecintaan pada negeri, dan masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan pemuda Indonesia dengan semangat juang yang positif dan optimis, dan terpenting nyata.

Belajar dari kesalahan, belajar dari pengalaman, belajar dari referensi dan sejarah orang-orang terdahulu sangat penting untuk dipahami sebelum kita melanjutkan langkah berikutnya. Diri kita pribadi, orang-orang sekitar kita, negeri ini bergantung pada jiwa orang-orang muda ini, dan begitu banyak orang muda yang berbakat, cerdas, berjiwa pejuang dalam mengisi masa muda mereka bag negeri ini. Tokoh perjuangan seperti jaman Sumpah Pemuda angkatan 20, Soe Hok Gie hingga kini muncul eranya Jogja Hip Hop Foundation pun merupakan wujud dari kecerdasan dan keberadaan orang-orang muda yang peduli pada negeri dan sekitar mereka meski dengan cara-cara mereka yang tidak biasa.

Menjadilah istimewa untuk sesuatu yang memang patut. Lakukan hal-hal yang bermanfaat untuk banyak orang dan sekitar. Menjadilah jiwa yang mencintai negeri sendiri dengan dorongan semangat dari dalam diri. Negeri ini kaya, negeri ini makmur, negeri ini penuh orang cerdas, dan kita hanya butuh menjadi positif dan lebih giat lagi bekerja. Menjadi peduli dengan sesama dan sekitar, berjiwa mandiri.

Pemuda Indonesia, saatnya MENJADI INDONESIA!

talk less do more, live positively…

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 28, 2011 by in Analogi Plesiran.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Analogi Kliks

  • 33,170 Analogiers
%d bloggers like this: