an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

cepat sembuh, Kakyang…

Beruntunglah mereka yang semasa tuanya memiliki orang-orang yang merawat mereka, berbagi kisah dan tawa bersama, menemani mereka saat lelah dan penyakit tua mereka mendera. Ya, orang berusia tua dan berumur tak bisa dipungkiri memang pasti akan pernah mengalami yang namanya masuk rumah sakit dan dirawat -mulai mikir untuk rajin olahraga dan jaga kesehatan biar meminimalisir kemungkinan dirawat di rumah sakit-.

Ketika hari itu tiba, pasti sangatlah bersyukur jika ada orang-orang yang mau merawat kita, menyediakan waktu untuk telaten mengurus semua keperluan kita, mengusap-usap tangan kita untuk menenangkan hati kita dan meyakinkan jika semua akan segera membaik.

Yang diperlukan adalah perhatian dan kasih sayang, dari siapapun yang mau tulus untuk melakukannya. Anak kepada orang tuanya, cucu kepada kakek nenek, siapapun, membuatku berpikir tentang siklus kehidupan. Memberi dan menerima, semua akan berputar, tiba pada gilirannya setiap orang akan mengalami suatu siklus kehidupan yang sama.

Jaman modern seperti ini memang dengan adanya banyak fasilitas yang disediakan pemilik jasa pelayanan, kita tak berpikir sejauh itu untuk membayangkan siapa-siapa saja yang akan merawat kita. Dengan mudah kita akan berpikir nanti akan ada para petugas medis yang akan menangani segala kebutuhan kita. Ternyata tak sedemikian mudah dan nyaman seperti yang mungkin kita bayangkan. Mereka melayani namun tak semua bisa memberi sentuhan layaknya keluarga dan orang-orang terdekat. Meski dengan fasilitas terbaik, tetap saja terasa ada yang kurang. Ketelatenan, ketulusan, kasih sayang, tetap yang terbaik adalah dari orang-orang terkasih kita.

Mungkin itu sebagai salah satu alasan orang memilih untuk berkeluarga, membina banyak hubungan kekerabatan, persaudaraan dan pertemanan. Namun yang paling bisa mengisi tempat-tempat terdekat tetap adalah orang-orang tersayang, keluarga. Suami, istri, anak-anak, cucu-cucu. Ya meski aku akui tidak semua orang memiliki keberuntungan memiliki keluarga yang juga peduli, itu mengapa aku merasa bahwa mereka yang memiliki sanak keluarga yang peduli kepada mereka satu sama lain, yang muda merawat yang tua, adalah orang-orang yang sangat beruntung jika kita tak bisa dikatakan seberuntung kutipan filsuf Yunani oleh Gie, “orang yang paling beruntung adalah mereka yang mati muda”.

Apalagi bagi siapa-siapa yang sekiranya sedari muda telah terdeteksi terindikasi agak kurang baik kesehatannya. Nah, bersiap-siap sedari sekarang. Jika masih ada waktu menjaga kesehatan dan mencegahnya, kenapa tidak. Tak perlu menunggu nanti untuk  tiba saatnya kita harus dirawat sebagai konsekuaensi dari keteledoran kita pada kesehatan diri sendiri. Sakit itu mahal, hehee… Dan jika diperkenankan, berbagi kasih sayang dengan keluarga, orang terkasih tak perlu menunggu sampai harus masuk rumah sakit. Kenapa tidak kita boleh memilih berbagi cinta di tempat yang indah dan nyaman untuk semuanya.

get well soon, grandpa…🙂

~menemani pagi berdua saja dengan kakyang di RS tepi sawah~

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 22, 2011 by in Analogi Plesiran.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Analogi Kliks

  • 33,170 Analogiers
%d bloggers like this: