an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

asertif ~mode~

“pendek kata, orang-orang non asertif “membayar lebih” untuk kehidupan yang tidak ia sukai”

Membaca ulasan dari arti kata aseritf pagi ini, malah menemukan kalimat ini sebagai hal yang paling melekat dalam ingatan. Menjadi asertif atau non-asertif sepertinya dipengaruhi oleh banyak hal, tak hanya memang sifat yang terbentuk, lingkungan sekitar seseorang bertumbuh, dan keadaan yang menyebabkan seseorang dapat menjadi asertif ataupun non-asertif.

Berdasarkan beberapa teori yang menyebutkan; silakan googling untuk lengkapnya; ASERTIF berasal dari kata assert yang berarti menegaskan. Asertif yang dimaksud adalah sikap yang mampu menyampaikan dengan jujur, apa adanya, tegas namun tanpa mengurangi rasa penghormatan kepada orang lain yang diajak berkomunikasi. Tetap menghargai hak-hak orang lain tanpa harus mengorbankan harga diri sendiri.

Berkaitan dengan kata lawannya, non asertif, memang benar seseorang yang berada pada keadaan demikian akan membayar lebih untuk sesuatu yang tidak ia sukai dalam hidupnya. Mereka harus mengorbankan kepentingan, perasaan, dan bahkan harga dirinya untuk dapat diterima dalam suatu lingkungan sosial, pertemanan, bisnis dan kehidupan, sementara terkadang mereka malah tak mendapatkan penghargaan yang diharapkan. Mereka makin tersisih dan ini akan membuat seseorang tersebut menjadi semakin tenggelam dalam kelamnya perasaan dan keadaan yang mereka alami, membuat mereka semakin tak percaya diri dan menarik diri.

Menjadi asertif pun tak mudah. Ketika kita harus mampu berpikir dengan jernih, segala akibat dari tindakan yang akan kita lakukan dengan metode win win solution, yang terkadang belum tentu juga tepat. Sangat diperlukan banyak pengalaman, kemampuan mengenali diri sendiri, dan mencoba mempelajari orang-orang di sekeliling kita sehingga kita dapat lebih peka dalam mengambil sikap yang berkenaan dengan orang lain. Dengan harapan yang kita lakukan dan putuskan untuk berkaitan dengan orang lain juga menjadi sesuatu yang paling baik untuk kita dan juga orang lain. Jangan sampai mengorbankan perasaan kita dan juga menyakiti orang lain hanya karena suatu keadaan yang kita paksakan.

Bersikap jujur, ada aturannya, bukan berarti menyembunyikan beberapa fakta, namun lebih bagaimana cara dan empati kita menyampaikan perihal kejujuran tersebut kepada orang lain sehingga orang lain tetap merasa dihargai dengan mengetahui sesuatu yang mungkin tidak mereka inginkan. Melandaskan keputusan pada logika dan perasaan, juga merupakan hal yang tak mudah, namun di sinilah sikap dan sifat asertif kita akan teruji. Bagaimana kita bisa menyeimbangkan keduanya sehingga keputusan yang diambil adalah merupakan hal yang menenangkan dan mampu membuat kita bebas melanjutkan langkah tanpa merasa telah menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

Sangat penting mengenali diri sendiri dengan baik dan mulailah belajar mengenali orang-orang di sekitar kita.

//Karena masa depan adalah di genggaman,

//Kenalilah siapa dirimu,

//Tentukan ke mana arah yang dituju…

//Jangan kau ragu, Percaya…Kau mampu…

~Kenali Dirimu – Kla~

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 1, 2011 by in Analogi Plesiran.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Analogi Kliks

  • 33,156 Analogiers
%d bloggers like this: