an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Gn. Penanggungan for K’Brothers Adventure

Yang kuingat tentang kenangan itu adalah ketika malam itu kami berlima, MaSlamet, Wahyu, Dodot, Aku dan Hafidz sudah berada di Pandaan, lupa ketika itu kami naik apa sampai di sana, sepertinya sih naek bus dari Bungurasih. Kami berlima memang sedang kegandrungan –duh bahasanya- akan mendaki gunung, meski ini baru kali pertama bagi kami berlima, sepertinya selain aku dan Dodot, yang tiga lagi terjerat bujuk rayuku dan Dodot untuk mencintai gunung, hehee…

Mencoba mendaki bersama, tak jauh-jauh dan tinggi, cukup sampai Penanggungan yang aksesnya mudah, Dodot dan Wahyu jaman mereka SMA dulu pernah ke sana dan untuk pemula seperti MaSlatem dan Hafidz, pilihan jalur ini kami rasa tak akan membuat mereka kapok. Karena rencananya nih, kami akan mencoba menuju Arjuno Welirang suatu hari nanti, sekarang cukup mampir ke tetangganya AW dulu lah…😀

Perbekalan, checked. Seperti instruksi dari checklist yang kami donlod dari internet, untuk pendakian sabtu minggu gini, cukup lah kami bawa daypack dan kerir kecilku saja; hmm…kerir jadul yang ternyata masih kaya manfaat kali ini. Para empat lelaki ini sudah sibuk bercengkerama sepanjang perjalanan awal yang melintasi desa terakhir menuju pos lapor di ujung jalan aspal menanjak ini. Aku perempuan seorang bukannya disayang untuk nda usah bawa beban, malah ketiban pulung bawain aernya si Hafidz yang hampir saja dia tinggal di awal perjalanan tadi; dasar…beberapa jam kemudian barulah dia sadar bahwa ternyata air akan menyelamatkan jiwanya jika di gunung yang setipe Penanggungan, pelajaran berharga untuk kami.

Jalur pertama disambut dengan aroma rumpun bambu yang menusuk malam itu, ah…memang repot mendaki sama orang-orang yang suka pengalaman mistis dan pernah mengalaminya, isi percakapan sepanjang melewati rumpun bambu itu tak lepas dari hal yang mendirikan bulu kudukku, dasar kaliaaaaannnn!!! Tapi aku pura-pura tetap tenang saja sampai akhirnya aku larut juga dalam percakapan mereka dan tetap pede melenggang, toh sudah ada empat bodyguard ini yang jagain, hehee…

Menurut informasi yang kami dapat tadi di pos jaga, esok hari para Jagawana dan beberapa pemuda desa akan mengadakan bersih jalur yang rutin diadakan belakangan ini untuk melestarikan situs Gunung Penanggungan ini, disamping sebagai cagar alam, Gunung Penanggungan menyimpan kekayaan situs cagar budaya peninggalan raja Airlangga yang terkenal itu. Di sisi lain lereng yang kami daki ini terdapat beberapa situs candi petilasan dan pemandian suci para keluarga raja Airlangga.

Jalur awal berupa kebun penduduk berganti hutan tropis yang tak begitu panjang jalurnya, hingga kami akhirnya tiba di jalur terbuka berupa setapak berbatu dan ilalang. Malam berbintang di atas kepala kami mengantarkan hingga tiba di tanah lapang beberapa ratus meter dari puncak; mendatar, bukan vertikal, hehee…; kami mendirikan tenda.

Oiya, waktu itu kita dapet tenda darimana ya? Kalo nda salah sih kami menyewanya di tempat penyewaan tenda yang banyak di Surabaya sini. Enaknya di Jawa, pendakian masih menjadi aktivitas yang banyak dilakukan anak muda hingga yang berumur, jadinya toko perlengkapan outdoor maupun penyewaan hingga rumah produksinya banyak di mana-mana.

Membuka perbekalan darurat untuk mengganti energi yang terkuras sekir 4 jam tadi sebelum tidur dan menunggu subuh untuk menuju puncak yang samar-samar terliht bayang kubahnya dari tenda kami.

Pagi pun tiba dan ternyata kami tak sendiri, ada beberapa rombongan yang juga sama-sama menuju puncak pagi ini. “Hafidz, semangaaaatttt..!!!” Sepakat menyemangati si Bontot berbadan bongsor yang nampak setengah enggan menapaki tanjakan menuju ke puncak, hahahaa…

Oiya, kami memiliki kejadian unik semalam, ketika bercengkerama saling mengenal  satu sama lain, ketika menebak siapa diantara kami yang paling tua hingga paling bontot; aku lupa siapa yang punya tebakan, apa pake acara ngacung tangan aja memberi urutan dari satu hingga lima sebelum menyampaikan tanggal lahir masing-masing; rupanya urutan yang kami buat tepat.

Maslatem sebagai yang tertua, disusul Wahyu, kemudian Dodot, aku dan terakhir si bontot yang badannya bongsor jadi yang kelima, hahaa… Si Dodot dengan ide gilanya kemudian mengukuhkan perkumpulan kami berlima sebagai K-Brothers; padahal uda jelas ada aku yang perempuan di sini. Dan tebak, “K” itu artinya apa. Haha…ternyata setelah kami perhatikan satu sama lain, kami semua berambut kriwul dan berombak! Gubrak!! Tapi oke juga. Akhirnya subuh ini ketika mentari dengan cantik terbit di kaki langit, jadilah kami berlima dalam K-Brothers hingga hari ini.

Puas di puncak, kembali menelusuri setapak berbatu. Kemudian disusul dengan kejadian tragedi persediaan air yang menipis yang dengan polosnya baru saja disampaiakan oleh K5 bahwa dia tak menemukan persediaan air dalam backpack-nya yang seharusnya menjadi tanggungjawabnya. Aarrgggghhhh, bukannya semalam udah hampir ninggalin dua botol air yang akhirnya aku yang bawa, sekarang dia tinggal lagi botol jatahnya, dasar…ternyata alasannya “agak terlalu berat dan kayae nda butuh air banyak”, diputuskannyalah secara sepihak airnya ditinggal di kost. Ajiiiibbbb!!!

HAFIIIIIDDDDDSSSSSS!!!!! Gggrrrrrrrrrrr!!!!!!!

Serempak kami berempat menyiksanya di tengah jalan tidak perduli dengan pandangan aneh dari orang-orang yang melintasi kami saat itu, hahaa… Mulailah mencari akal, karena perjalanan masih panjang dan kami perlu memasak sebelum turun, sementara makanan instan siap makan sudah habis semalam. Syukurlah ada orang yang mungkin kelelahan membawa botol berisi air ketika ke puncak meninggalkan sebotol air bersih di antara semak-semak dan babatuan. Ahhh…hidup kami terselamatkan.

Benar-benar memberi pelajaran, tak ayal aku dan K3 Dodot akhirnya memberikan briefing tentang aturan pendakian pada si Bontot K5, hahahaa…serta dia dihukum untuk memasak makan siang untuk kami sementara yang lain sibuk main kartu untuk menikmati waktu sampai makanan siap, heheee…

Akhrnya, perjalanan K-Brothers hingga hari ini hanya kali itu saja, waktu tak pernah membuat kami akhirnya bisa mampir ke Arjuno maupun Welirang. Namun kenangan akan keinginan itu tetap ada di dada kami, meskipun sepertinya tak akan mungkin terwujud. Cukup kami bernostalgila di kota kenangan itu saja nantinya.

Mengingat semua kenangan bersama kalian K-Brothers…semoga berjumpa lagi lain waktu.

2 comments on “Gn. Penanggungan for K’Brothers Adventure

  1. Dodot
    September 14, 2011

    Alhamdulillah…aq jd lbh muda 1 tingkat,,hahahaha😀

    Ptama tu nama K-Brother’s dipilih truz biar mudah manggil dlm keadaan kritis maka pgn na make code-name K1-K2-K3-K4-K5 (pdhal pgn biar kliatan keren ae) :p
    Usul ptama,urutan bdasar umur, rupaNa ada yg tsinggung (yg mrasa plg senior,maaf y…)
    Maka dputuskan bdasarkan hom-pim-pa
    Tp tanpa dinyana,,,tyata urutan tsb ujung”na sesuai dgn urutan kami mengenal dunia ini :p
    *tgn pegel ngetik lewat handphone,,dilanjut laen waktu info dan cerita na..,

    • intenarsriani
      September 14, 2011

      hahaa…ya intinya begitulah, aga lupa ingatan akan persisnya cerita K-Brothers terlahir…dari sebuah ketidaksengajaan yang ajaib akhirnya menghasilkan hal yang semestinya bisa direncanakan dan dirancang -wadehhh…apapula iki-😀

      intine…akhirnya cerita ini rampung😀

      -jadi kangen kalian masbro….Kriwuls Fam-

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 27, 2011 by in Analogi Gunung.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Analogi Kliks

  • 33,121 Analogiers
%d bloggers like this: