an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

…bunga abadi…

mungkin benar…usia tak pernah kita tahu sampai kapan bisa tetap kita lalui…kapan kita mengalami kejadian yang mungkin bisa mengancam nyawa…

beberapa hari yang lalu, seorang teman lama tiba-tiba menghubungi aku dan menanyakan apakah aku masih memiliki sisa bunga Edelweiss? ya, aku memang gemar mendaki gunung yang beberapa diantaranya memiliki tanaman bunga abadi ini. lama kami berbincang dan mencari tahu untuk apa sih temanku ini begitu antusias dan sepertinya sangat mendesak untuk segera mendapatkan edelweis, dan dengan catatan harus yang asli -sementara aku memberinya alternatif pertama untuk pergi ke toko suvenir untuk mendapatkannya yang dia bilang nggak bisa pake yang begitu-, heeehhhh?????

hmm..usut punya usut ternyata untuk keperluan upacara temanku ini mencari edelweiss hingga dibela-belain minta kontak beberapa teman yang juga suka mendaki dan kemungkinan masih menyimpan edelweiss asli petikan sendiri.

apa hubungannya dengan usia?

hari ini dan hari-hari sebelumnya, sejak aku bertugas di kantorku yang baru di RSUP ini, setiap hari aku sempat saja melihat beberapa nyawa meregang, karena sakit, usia, kecelakaan ataupun sebab lainnya. beberapa menit yang lalu, serombongan keluarga turis Jepang yang sudah 3 hari aku perhatikan berada di rumah sakit ini tiba-tiba histeris dan menangis, hmm…sepertinya sesuatu yang buruk telah terjadi pada keluarga mereka yang informasinya tersengat binatang laut saat melakukan olahraga air hingga dirawat di ICU.

kembali lagi ke cerita temanku yang masih juga menghubungiku keesokan harinya untuk menanyakan edelweiss. akhirnya aku pasrahkan edelweiss terakhir dan satu-satunya yang aku miliki yang hanya setangkai; aku tidak biasa memetik edelweiss dalam jumlah banyak jika melakukan pendakian, hanya sekedar memungut tangkai yang telah rontok atau mungkin dipetik orang; edelweiss ini pun aku sudah tak ingat, entah di gunung mana aku petik. yang pasti edelweiss ini cukup istimewa karena aku peroleh di gunung pulau jawa, entah Mahameru, entah Arjuno, dengan kelopak bunga yang besar-besar dan rapat, berbeda dengan jenis edelweiss di gunung Batur maupun gunung Agung di Bali sini.

seingatku, sejak pendakianku ke Rinjani 6 tahun lalu, aku tak pernah berniat memetik dan membawa cinderamata berupa benda-benda dari gunung yang biasanya sengaja untuk aku bawa, karena pengalaman yang aku alami di sana sepertinya memperingatkan aku akan banyak hal tentang betapa berharganya nafas yang aku punya, jadi nda mau ambil resiko dengan membawa yang bukan milikku dari gunung-gunung itu, cukup aku nikmati dan simpan dalam ingatan saja semua keindahan dan kenangan pernah berada di ketinggian-ketinggian itu.

umm…kasi nda ya edelweissnya, hukz…cuma ini satu-satunya edelweiss yang aku punya…

akhirnya, dia pun berterus terang dan bercerita tentang pengalamannya hampir meregang nyawa di Gede-Pangrango yang membuatnya berjanji untuk tak naik gunung lagi. menurut kepercayaan kami di Hindu-Bali, pengalaman seperti itu patut dilakukan upacara pembersihan dan penebusan. karena kami percaya segala kejadian yang diluar kewajaran dan mengancam nyawa perlu dilakukan ruwatan untuk membersihkan diri dan mensucikan bathin.

lega sudah perasaanku menyerahkan edelweiss terakhirku ini, yang semoga bisa membantu temanku menemukan ketenangan dengan acara pengelukatan; pembersihan diri; dengan sarana edelweiss yang aku bisa berikan.

setiap kejadian mungkin memiliki makna dan mungkin hanya sekedar kejadian biasa yang tak perlu dimaknai. namun bila sekiranya budaya dan kepercayaan kita mengatakan kita perlu melakukan sesuatu akibat dari pengalaman itu, ya tak ada salahnya dilakukan guna ketenangan kita dan orang-orang sekitar kita. yang jelas, kejadian di gunung yang mengancam nyawa bisa saja dialami oleh siapa saja, termasuk aku, yang kadang tak bisa dijelaskan dengan logika, tapi kejadian itu terjadi nyata dan aku percaya.

edelweiss…gunung…alam semesta…usia…ajal…kehidupan…semuanya abadi dan semuanya semu…tergantung darimana kita memandang dan mengambil nilainya…

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 15, 2011 by in Warna-Warni Analogi.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

July 2011
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Analogi Kliks

  • 33,170 Analogiers
%d bloggers like this: