an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

mainstream

hujan..

terasa begitu menyejukkan pagi ini, membawa kesegaran baru pada hati yang mungkin masih kacau, namun kenyataannya begitu. tak ada yang instan kecuali produk hibrid mungkin ya, atau orang selalu menjawabnya dengan “kecuali mie instan”. begitu juga denganku, kekacauan yang terjadi dalam hati dan kekusutan dalam pikiran setidaknya menemani beberapa waktu terakhir, hingga akhirna sampai di titik nadirku.

time to get mainstream, I think…

pernah menjadi penting bagiku untuk menjadi substream, menjadi berbeda dari  orang-orang di sekitarku, bahkan tak memungkiri aku selalu ingin jadi yang nomor 1, dalam berbagai hal, tak terkecuali saat aku mencoba mengenali calon pendamping hidupku. aku begitu menuntut hal yang sama darinya, menuntut membuat kisah itu menjadi sesuatu yang berbeda dan hebat (bagi sebagian orang mungkin hebat, sebagian lagi aku yakin menilainya tanpa pertimbangan).

mungkin aku bukan teman terbaikmu untuk belajar menjadi substream, di sisi lain aku sangat mainstream. namun ternyata, aku beritahu satu hal yang aku rasakan sekarang ini, ternyata menjadi mainstream beberapa saat dalam hidup ternyata menyenangkan dan meringankan juga. just be an ordinary…

aku tahu betapa besarnya kemarahan dan mungkin kau muak padaku, aku tak akan menyangkal, ya, aku penyebab semua itu. saat ini aku mencoba menilik kembali begitu banyak hal berharga yang bisa aku petik dari perjalanan ini, meski harus membuat kita berdarah.

bagaimana aku mencoba memberimu sudut pandang dan rasa yang baru yang mungkin sebenarnya kamu rasakan, namun tak bisa atau tak mau kamu ungkapkan karena itu terlalu mainstream untukmu. aku tahu setiap orang memiliki caranya sendiri memandang perjalanannya, berhak memilih mereka menjadi seperti apa, tapi jangan lupa, kita ada rasa dasar yang membuat kita sebenarnya menginginkan menjadi murni dalam diri kita.

aku menyadari, aku bukan teman terbaikmu untuk menghabiskan waktu. segala usaha pernah aku berikan untuk mengerti segala pelajaran yang kamu bagi padaku, dan aku bersyukur ternyata aku menjadi kaya karena itu, meski aku tak bisa memberimu hal yang sama.

ahh…maafkan, cuma itu yang mungkin terlontar, aku pikir akupun hebat, bisa menyamai segala kualitas yang kamu miliki, tapi ternyata aku cuma aku dengan kualitas dan keterbatasanku sendiri. tak mengapa…kamu bagian besar dalam perjalananku untuk membuka mata dan pikiran untuk menjadi lebih baik, meski aku tahu, pembelajaran ini berujung pahit.

tetaplah menjadi kamu, karena memang itu yang kamu inginkan dan kamu tahu yang terbaik untuk dirimu. tak perlu tergesa menyimpulkan segala sesuatunya, jika ingin berteriak, teriaklah…jika kamu marah, boleh aku katakan marahlah padaku, karena semua butuh waktu untuk mengembalikan semua kondisi ke titik awal, akupun begitu.

aku berharap pada diriku untuk mampu belajar banyak dari perjalanan kemarin. aku tak berharap kamu harus melakukan itu semua, karena kamu berhak menajdi dirimu sendiri, substream atau mainstream sesuai sudut pandangmu…

aku akan menikmati perjalananku yang ada di depan dengan bekal yang sudah aku dapat dari kamu sekalian…

terima kasih guru hidup…🙂

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 28, 2011 by in Analogi Aku Yang Lain, Other Side, Warna-Warni Analogi.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

February 2011
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Analogi Kliks

  • 33,170 Analogiers
%d bloggers like this: