an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

the truth is it’s now the end

benar mungkin aku terobsesi olehnya, apapun yang diperbuatnya selalu menarik perhatianku dan pasti akan aku iyakan. terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, sewajarnya manusia, benda, alam, semua memiliki kekurangan dan kelebihannya. tinggal bagaimana kita mensinkronisasi diri dan sekitar kita sehingga akhirnya semua bisa berjalan dalam harmonisasi yang apik.

entah karena apa pula aku selalu setuju akan kebanyakan sudut pandangnya hingga pada suatu titik aku sanggup meninggalkan segalanya demi ada di dunianya. hanya saja tak semudah nampaknya. aku kehilangan kekuatanku di saat aku masih tersangkut pada akar-akarku. tak ingin menyalahkan sesiapapun atas keadaan ini, bahkan dirinya yang selalu setia menanti di dalam dunianya hingga kedatanganku. namun rupanya, aku seseorang yang manja, menginginkan kamu menjemput aku untuk masuk ke sana. menginginkan kamu mencoba ada di duniaku pula untuk menambah kekuatanmu menenangkan aku saat aku gusar di dunia yang baru.

ah sudahlah, mungkin tempatku bukan di sana, aku sepertinya tak bisa memenuhi semua rancangan masa depanmu, aku tak sanggup berjalan sendiri meski aku tahu aku sendiri pulalah yang memberatkan langkahku. tak bisa aku sangkal, aku memiliki begitu banyak keterikatan, untuk itu aku butuh sesuatu yang bisa membuatku melepaskan semua itu untuk terjun di kolam yang anyar. sayangnya…akupun belum tahu sesuatu itu apa…atau mungkin aku hanya belum siap untuk menghadapi segala kemungkinan dalam hidup?

kalau begini terus, kapan kesiapan akan muncul jika tidak kita coba?!

and then, the truth is it’s now the end…(mengutip judul lagu Sajama Cut yang berasa soundtrack belakangan ini, dan bukti aku terobsesi padanya), biar segala rasa menghujam ini ada sampai saatnya semua kembali ke titik nol. harus mampu mencari kembali lembaran baru dan melangkah sekuat tenaga tanpa ada siapapun mengintimidasi… entah akan bertemu apa di depan, aku tak ingin lagi menjadi arsitek kehidupan berasa Tuhan… aku berpasrah membiarkan waktu membelaiku sejenak dalam kontemplasiku yang kuharap bisa membawaku keluar dari rasa kelam ini…

aku telah tumbuh, aku sudah dewasa, aku pun memiliki jalanku sendiri di depan…aku bisa bertahan hidup dan menyembuhkan diri, tinggal bagaimana aku menumbuhkan keberanian untuk berteriak lantang pada semesta, bahwa aku sanggup dan mampu mengatasi segala perjalanan dalam hidupku…dan aku akan bertanggungjawab…

~fin~ trying to find a mellow-dramic

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 26, 2011 by in Analogi Kau & Aku.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

February 2011
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Analogi Kliks

  • 33,156 Analogiers
%d bloggers like this: