an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

In The Name of Our Different GOD…

In The Name of Our Different GOD…

Or… In The Difference Of Our GOD’s Name… (?)

Memenuhi apa yang sekiranya menjadi harapan orang-orang di sekitar kita, oleh sebagian orang  merupakan wujud bakti kepada sesama manusia, terlebih hal itu harus dilakukan kepada orang tua. Ketika kita diwajibkan untuk meningkatkan kadar toleransi kita pada kebutuhan-kebutuhan mereka, menempatkan mereka sebagai bagian terpenting yang paling berjasa dalam hidup kita, sehingga seperti menjadi kepatutan bahwa apapun yang membuat mereka bahagia, patut kita usahkan.

Benarkah segala keinginan mereka adalah perintah bagi kita?

Apa jadinya bila aku memiliki kata hati yang berbeda? Bukan kata hati yang tak menganggap mereka bagian terpenting dalam hidupku, bukan kata hati yang mengingkari bahwa aku ada karena mereka. Hanya serangkai kata hati yang mengungkapkan aku mempunyai pilihan hatiku sendiri.

Mungkin, ada beberapa orang yang memiliki kesempatan bertemu pilihan yang tepat dan sesuai selera orang-orang di sekitarnya. Saat-saat seperti itu sepertinya seluruh dunia merestui dan menyunggingkan senyuman bahagia di wajah-wajah mereka. Segala doa dan restu dan harapan kebahagiaan ada pada mereka. Bagaimana dengan aku? Ketika aku ternyata memiliki kamu yang dikatakan berbeda dariku. Saat aku murni “klik” dengan kamu. Ketika aku sangat nyaman bersamamu dan aku menjadi diriku sendiri.

Maaf jika aku menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda dengan dia. Aku tak bermaksud menyederhanakan makna arti kata Tuhan yang Esa dan  aku hanya menerima dengan tulus bahwa aku mencintai ciptaanNya yang berbeda. Maafkan jika kami bertekad untuk menerjang dunia meski atas nama Tuhan kami yang berbeda, kami percaya kami akan kuat.

Hahaa…ternyata tak semudah itu ketika pada kenyataannya, dunia membuat kami berbeda. Dunia menuntut kami menyetujui norma umum yang berlaku, norma yang mengatur tata kehidupan manusia, yang bagiku entah atas dasar apa itu dibuat. Yang kami paham adalah hati kami tak pernah memilih untuk bertemu di awal hari itu, hanya terjadi begitu saja, dan hati kami pun saling bicara.

Aku berusaha mengerti segala makna dari peristiwa yang tercipta karena hidup dan kehidupan ini. Aku ingin bisa mengikuti segala harmoni yang telah ada. Aku mau menjadi bagian dari sesuatu yang membuat orang-orang itu bahagia. Hanya saja saat keadaanku tak sama dengan mereka, mengapa mereka tak berusaha mengertikan aku? Ataukah…aku yang tidak mengertikan mereka?

Sepertinya aku harus kembali ke realitas bahwa aku hidup di antara mereka semua, aku berada di antara perbedaan itu, dan aku bagian dari harmonisasi warna-warni pelangi perbedaan itu. Mensinkronisasi toleransi dan keinginan serta kebutuhanku dengan semua keadaan di sekitarku. Melakukan hal sebaik yang aku mampu, tak memaksakan kehendak dan egoisme emosi dalam diri yang ya benar mungkin hanya keinginan sesaat. Euforia…

Mencoba menemukan kembali jalanku di sini sendiri layaknya ketika aku dilahirkan sebagai diriku sendiri, manusia mandiri, hingga saatnya aku menjadi individu yang tumbuh oleh sekitar dan diperkaya oleh tempaan tangan-tangan yang mungkin Tuhan kirimkan khusus untuk mendidikku, melalui mereka, dia, melalui kamu…guru kecantikan bathin terbaikku…

Aku selalu berdoa dalam nama Tuhan kita, semoga perbedaan ini membawa kita pada pemahaman yang lebih mendalam pada apa yang telah ditanamkan sedari kecil pada hati-hati murni dalam diri kita. Bahwa perbedaan ini adalah warna terindah dalam hidup kita, bahwa hujan dan badai diturunkan untuk memunculkan harapan pada kembalinya sang terang beserta pelangi terindahnya.

Mencoba menggali kepingan hidup kita yang pernah terserak karena pengkhianatanku pada kisah kita, menyusunnya sebagai bagian dari perjalanan yang menambah koleksi lukisan di dinding perjalanan ini. Membiarkannya ada dalam pigura yang paling tepat untuknya. Kembali merangkai kisah untuk mensyukuri bahwa dalam perbedaan namaNya itu, ada makna tersembunyi yang mesti kita selami lagi keberadaannya. Dan dalam nama perbedaan itu, kita adalah satu, ketika menjadi harmoni, penting untuk menjadi warna kita sendiri, berperan sebagai pendukung dan penguat unsur keindahan aneka warna itu dan menjaganya untuk tetap menakjubkan, tanpa harus menghakimi dan mencari pembenaran untuk membuatnya menjadi sama satu sama lainnya.

Ijinkan kami memaknai kalimat dalam wahyuMu, ketika kami berpasrah, akan Kau tunjukkan “Semua Akan Indah Pada Waktunya”.

Ijinkan kami membesarkan hati kami dalam keragaman namaMu yang akan membuat kami mengerti mengapa kisah ini memilih kami berperan di dalamnya.

Ijinkan kami percaya ketika aku menyebut namaMu dalam nama yang dia sebut, dan sebaliknya, kamu tetap satu yang tersenyum di sana mendamaikan hati kami yang galau di sini saat kami tak bisa menemukan tempat untuk kami menyatakan bahwa Engkau adalah satu bagi kami.

Ijinkan kami menerima semua terjadi karena alasan, mengapa kami tak dapat melupakanMu, semua terjadi karena alasan…tak ada yang mampu jelaskan…mengapa kami tak mampu melupakan perjalanan kami ini.

Ijinkanlah kami sekarang, meniti jalan kosong di depan kami dalam terang yang akan selalu kami mohonkan padaMu untuk menerangi perjalanan kami berikutnya dalam langkah kami…masing-masing…

Ijinkan aku mengirim kata rindu padanya dalam namaMu saat rasa itu tak mampu aku tahan sebelum meledakkan hatiku.

Ijinkan aku memohon sekali lagi, jaga dia untukku…dan kemudian untuk yang akan menjadikannya semakin baik dalam perjalanannya menyebut namaMu…

Tuhan itu satu, namun kita yang berbeda… (ironik ketika aku sangat menyadari perbedaan itu bukan masalah bagiku, namun karena orang lain menuntut lebih dari kemampuanku menyelaraskan perbedaan itu, akupun kalah dan memilih kembali ke “jalan di mana aku seharusnya”)

-Feb 25th, 2011 11.49pm-

 

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 26, 2011 by in Analogi Kau & Aku, Warna-Warni Analogi.
Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

February 2011
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Analogi Kliks

  • 33,170 Analogiers
%d bloggers like this: