an~alogiku

Menghidupi mimpi-mimpi dan membaginya untuk kebaikan…

Memaknai Makna

Tahun yang berlalu telah banyak membawa aku pada suatu perenungan dan di awal tahun ini muncul keinginan untuk menuangkan isi pikiran yang sekiranya jika tidak akan meledakkan kepalaku.

Memaknai makna, memberi arti, menghargai akan sesuatu bahkan pada setiap hal dalam keseharian kita, menjadi perhatian penting bagiku akhir-akhir ini. Ketika pada suatu hari aku menemui bahwa banyak orang-orang di sekitarku nampaknya mulai tidak peduli akan sekitarnya, baik itu lingkungan fisik ataupun emosi yang muncul akibat keberadaan dan perilakunya.

Hal ini aku perhatikan sebagai suatu keadaan terkikisnya keterikatan emosional antara seseorang dengan lingkungannya dan tidak adanya tanggungjawab moral seseorang akan di mana dia bertumbuh. Tak habis pikir kadangmelihat seseorang berumur sepantaran 30an tahun atau lebih masih saja tidak bisa memilah situasi di mana dia berada. Berlebihan dalam menyikapi tanggapan atau perilaku orang lain tanpa dia sadari ternyata dirinyalah yang terlalu berlebihan dalam situasi itu. Melontarkan canda yang membuat orang lain merasa tak nyaman kadang juga dilakukan untuk mengundang lebih banyak gelak tawa yang sepertinya tak perlu dilakukan.

Pikiranku merespon orang seperti mereka tak ubahnya seperti anak kecil yang membutuhkan pengakuan atas eksistensinya. Ada pula kejadian di mana suatu acara diadakan untuk memperingati suatu peristiwa, anggap saja hanya setahun sekali. Semua orang yang ada di lingkungan tersebut tentunya diharapkan partisipasinya. Entah membutuhkan kehadiran, sumbangan fisik atau sekedar pendapat untuk keberlangsungan acara tersebut. Kenapa bisa-bisanya masih saja muncul orang-orang yang hanya berpikiran pendek dan skeptis pada suatu ide baru dan lebih buruknya lagi melakukan hal-hal yang merusak apa yang sedang direncanakan.

Tak bisakah kita barang sejenak membuka mata untuk melihat apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Luangkan waktu sejenak untuk menyimak dan mencoba mengerti hal yang sedang terjadi, dan berikan respon yang semestinya dilakukan. Jika seandainya berkeberatan, sebaiknya ungkapkan dengan sesuatu yang memiliki nilai dan makna sehingga kita tidak dilihat sebagai seseorang yang tak punya rasa toleransi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sebagai orang yang selalu membutuhkan sosialisasi, menyadari diri membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita, sebaiknya mulailah untuk bisa menjadi orang berkepribadian santun, membuka pikiran seluas-luasnya, dan mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda. Lingkungan di mana kita berada akan selalu memberikan respon atas apapun yang kita lakukan, hukum aksi reaksi. Jadi seyogyanya berikan aksi terbaik untuk mendapatkan reaksi yang terbaik pula dari kehidupan.

silakan berbagi sudut pandang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 2, 2011 by in Warna-Warni Analogi.

Navigation

Follow an~alogiku on WordPress.com

Kalender

January 2011
M T W T F S S
    Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Analogi Kliks

  • 33,121 Analogiers
%d bloggers like this: